Krusial.com — Meski sebagian besar akses mulai terbuka, lima desa di Kabupaten Gayo Lues hingga kini masih terisolasi akibat dampak banjir bandang yang melanda wilayah pegunungan tersebut. Kelima desa itu tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pining dan Kecamatan Tripe Jaya.

Desa yang masih terisolasi meliputi Desa Pasir di Kecamatan Pining, serta Desa Rerebe, Desa Paya Kumer, Desa Perlak, dan Desa Pantan Kelak di Kecamatan Tripe Jaya. Putusnya akses jalan akibat longsor dan kerusakan parah membuat warga di desa-desa tersebut belum bisa beraktivitas normal.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, pada Jumat (26/12/2025) menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengerahkan segala upaya untuk membuka keterisolasian ke lima desa tersebut. Ia menegaskan, penanganan akses jalan menjadi prioritas utama agar bantuan logistik dan pelayanan dasar dapat segera menjangkau masyarakat.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Alat berat terus kita kerahkan dan personel bekerja siang dan malam agar semua desa bisa segera terhubung kembali,” ujar Suhaidi.

Kabar baiknya, akses ke Kecamatan Pining kini sudah berhasil ditembus, meski masih membutuhkan penanganan lanjutan agar bisa dilalui dengan aman. Upaya serupa saat ini difokuskan ke wilayah Kecamatan Tripe Jaya yang masih menghadapi medan berat dan titik longsor.

Tak hanya memantau dari kejauhan, Bupati Suhaidi turut terjun langsung ke lapangan dalam proses pembukaan akses. Ia juga memastikan akan mengunjungi setiap desa terdampak banjir bandang, untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moril.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting. Kita ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ini saatnya bangkit bersama,” kata Suhaidi.

Kunjungan langsung kepala daerah tersebut diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para korban banjir bandang, yang selama berhari-hari harus bertahan dalam kondisi sulit, keterbatasan logistik, dan akses yang terputus.***