Krusial.com — Budidaya ikan lele yang dijalankan kelompok disabilitas di Aceh Barat mulai menunjukkan hasil. Panen perdana lele sangkuriang dilakukan di lokasi budidaya yang berada di Kantor Dinas Sosial Aceh Barat, Sabtu (12/9/2026).

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM mengatakan, usaha budidaya tersebut diarahkan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi kelompok disabilitas sekaligus bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi mereka.

Menurut Tarmizi, pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas tidak hanya akan difokuskan pada sektor perikanan. Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan pada bidang pertanian, peternakan hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Jadi kita selain menertibkan semua pengemis yang ada di Aceh Barat, maka langkah kita dari pemerintah ya bikin usaha seperti ini budi daya ikan lele, kemudian akan terus dilakukan pengembangan pada sektor pertanian, peternakan dan UMKM,” kata Tarmizi.

Ia berharap program tersebut dapat berkembang sehingga kelompok disabilitas memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan dari usaha yang mereka jalankan sendiri.

Tarmizi juga menyebut hasil panen perdana lele kelompok tersebut telah dipesan oleh pemilik usaha katering. Ke depan, ia meminta agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat turut membeli hasil produksi kelompok disabilitas sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha.

Di sisi lain, Tarmizi menyinggung kebijakan penertiban aktivitas mengemis di wilayah Aceh Barat. Ia mengatakan pemerintah daerah mendorong agar penyandang disabilitas yang berada di daerah tersebut memiliki alternatif penghasilan melalui kegiatan produktif.

Ia mengklaim sebagian pengemis yang selama ini beraktivitas di Aceh Barat bukan berasal dari daerah setempat. Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Sosial bersama Satpol PP kini melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut.

“Di Aceh Barat semua disabilitasnya kompak, rajin dan tidak ada yang meminta-minta, yang selama ini ada di sini itu dari luar daerah. Mereka menginap di losmen dan dalam sehari dapat Rp2 juta sampai Rp3 juta, itu yang kita larang sekarang melalui Dinas Sosial dan Satpol PP,” ujarnya.

Ketua Kelompok Disabilitas Aceh Barat, Idrus Sulaiman, menyambut dukungan pemerintah terhadap usaha budidaya lele yang mereka jalankan. Ia berharap program tersebut tidak berhenti setelah panen perdana, tetapi terus dikembangkan agar hasil produksi kelompok semakin meningkat.

“Untuk ke depan mudah-mudahan bisa lebih meningkat lagi hasil panennya. Kami dari kaum disabilitas juga memohon agar program ini dapat berlanjut dan tidak berhenti di tengah jalan nantinya,” kata Idrus.

Idrus juga menyatakan kelompoknya mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan meminta-minta bagi penyandang disabilitas di Aceh Barat. Menurutnya, penyediaan kegiatan usaha produktif menjadi salah satu langkah penting agar penyandang disabilitas memiliki pilihan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Aceh Barat Ruswaidi. ***