Kunjungan Mahasiswa Uin Ar -Raniry Prodi Sejarah Kebudayan Islam dalam rangka Pratikum Mata Kuliah Pratikum Naskah Oleh Bapak Hermansyah, M.Th.,M.A.Hum, ke Balai Arsip Statis, Tsunami Aceh dan Arsip Nasional Republik Indonesia di Jl. Tengku Hasan di Bakoi, Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Pada Senin, 05 Februari 2024.

Mahasiswa disambut dengan hangat oleh Pimpinan BAST ANRI Aceh, Farhan Muhammad Uzair, M.A selaku dan staf ANRI lainya serta pada kesempatan itu pula Bapak Farhan menjelaskan tentang Balai Arsip Statis, Tsunami Aceh dan Arsip Nasional Republik Indonesia dan Mengajak untuk melihat pameran yang berada di loby gedung tersebut, ada banyak sekali foto-foto sejarah seperti contohnya pameran didong di gayo, aceh tengah, di sudut pojok juga terdapat bar kecil yang di jelaskan oleh bapak farhan untuk Para tamu dan staf bisa menikmati secangkir kopi aceh, dan juga terdapat pameran yang dipisahkan yaitu pameran kebencanaan tsunami Aceh/Nias 2004.

Pak Farhan turut menjelaskan bagaimana bencana tsunami yang terjadi pada 2004 yang Masih dikenang oleh masyarakat aceh hingga saat ini.

Selanjutnya Farhan mengajak Mahasiswa Uin Ar -Raniry untuk menuju teater mini dan menonton arsip arsip tentang tsunami aceh , lalu didampingi staf ANRI lainya mahasiswa di ajak untuk masuk ke dalam pojok baca  tempat untuk pengungjung bisa dengan leluasa membaca arsip arsip yang tersimpan di tempat tersebut,  dan salah salah satu mahasiswa yaitu Salsabila Hanum bertanya apakah balai ini hanya menyimpan arsip bencana tsunami 2004 bagaimana dengan bencanda yang lain.

lalu pak Farhan menjelaskan jika memang saat ini hanya arsip arsip paska tsunami aceh 2004 yang ada di balai ini tapi insyallah selanjutnya akan ada arsip-arsip bencana lainya atas dukungan dan kerja sama kita semua.

Selanjutnya mahasiswa di ajak untuk kelantai 2 dimana lantai tersebut merupakan tempat penyimpanan arsip arsip pembangunan, keuangan, dan lainya paska tsunami aceh 2004, di lantai 2 tersebut juga terdapat banyak ruangan yang pertama mahasiswa di ajak ke tempat penyimpanan arsip dimana disana arsip tersebut di simpan dengan sangat rapi dan bersih serta suhu dan lembab udara yang telah di sesuaikan.

Kemudian, mahasiswa ke ruangan lainya, ruangan ini ditujukan untuk mencatat nomor nomor arsip dan merekap arsip arsip tersebut dan yang terakhir mahasiswa masuk ke ruangan bedah arsip dimana mahasiswa di perlihatkan cara cara mengawetkan arsip arsip yang sudah mulai sobek bahkan hancur, salah satu staf menjelaskan bahwa bukan berarti arsip yang di bedah akan 100% kembali seperti baru, tetapi hanya untuk mencegah parahnya kerusakan pada arsip tersebut ,di ruangan tersebut juga terdapat cara enkapulasi atau cara untuk menyimpan arsip atau lainya secara betul dan aman.

Terakhir bapak farhan mewakili kepala Balai Arsip Statis Dan Tsunami Aceh dan Arsip Nasional Republik Indonesia mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa serta dosen yang telah berkunjung ke Balai Arsip Statis Dan Tsunami Aceh dan Arsip Nasional Republik Indonesia, ucap pak farhan, semoga nanti bisa berkunjung kembali dan tidak mesti harus melalui kampus tapi perorangan juga di perbolehkan.

Penulis: Salsabila Hanum

Mahasiswi Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam