Krusial.com — Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Aceh Jaya pada 2027 mulai menjadi fokus utama kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat periode 2026-2030.
Ketua KONI Aceh Barat Teuku Adian Makmur Rizqullah mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan setelah pelantikan adalah menyusun database seluruh cabang olahraga (cabor), atlet hingga potensi medali yang dapat menjadi target Aceh Barat pada PORA mendatang.
“Alhamdulillah kita sudah melakukan pelantikan sesuai dengan target saya. Setelah pelantikan, saya akan terus membuat database. Saya akan segera meluncurkan Aceh Barat 1 Data,” kata Teuku Adian.
Menurutnya, Aceh Barat 1 Data nantinya menjadi basis pemetaan untuk mengetahui cabor yang dipertandingkan, jumlah atlet yang dipersiapkan serta potensi medali yang dapat dibidik dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru KONI Aceh Barat. Ia meminta pengurus segera menyusun langkah strategis dan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan atlet menghadapi PORA 2027.
“Yang penting dan menjadi perhatian kita bersama saat ini adalah persiapan menghadapi PORA di Aceh Jaya pada 2027 mendatang. Masih ada waktu bagi KONI Aceh Barat untuk mempersiapkan diri, menyusun langkah dan strategi atlet serta semuanya untuk memperkuat cabor,” ujar Tarmizi.
Hal itu disampaikan Tarmizi saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Aceh Barat masa bakti 2026-2030 di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Kamis (20/8/2026).
Tarmizi juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh cabang olahraga. Menurutnya, tidak boleh ada cabor yang merasa dianaktirikan dalam proses persiapan menuju PORA.
“Jangan sampai ada cabor yang tidak mendapatkan peluang dan kesempatan yang sama. Semua pihak harus dirangkul, lalu lakukan koordinasi dengan demisioner Ketua KONI Aceh Barat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata Tarmizi, berkomitmen memberikan dukungan terhadap persiapan kontingen daerah. Pemkab bahkan telah mengusulkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk kebutuhan PORA mendatang.
“Kami atas nama Pemkab Aceh Barat memberikan dukungan penuh kepada KONI Aceh Barat. Untuk PORA ke depan sudah kami siapkan anggaran hampir sekitar Rp4 miliar. Cuma itulah pemerintahan, ada eksekutif dan legislatif. Kita yang usulkan dan yang setuju nanti adalah legislatif,” ujar Tarmizi.
Selain dukungan anggaran, Tarmizi meminta KONI membangun kekompakan dan persatuan seluruh insan olahraga. Ia menilai prestasi tidak dapat dicapai jika masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri.
“Kami sangat yakin dengan kekompakan dan persatuan, KONI Aceh Barat bisa meraih prestasi dan menjadi juara di masa yang akan datang. Keberhasilan kuncinya adalah persatuan. Hanya dengan bersatu kita kuat dan bisa bersemangat meraih cita-cita,” katanya.
Menurut Tarmizi, semangat kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari arah kerja Pemkab Aceh Barat yang berupaya merangkul berbagai pihak untuk mewujudkan target pembangunan daerah.
Ia berharap olahraga tidak hanya menjadi arena mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda Aceh Barat yang sehat, tangguh, berkarakter dan memiliki prestasi.
“Aceh Barat bangkit, Aceh Barat berprestasi dan Aceh Barat juara,” tegasnya.
Pelantikan pengurus KONI Aceh Barat periode 2026-2030 sekaligus menandai dimulainya periode baru pembinaan olahraga daerah. Dengan waktu menuju PORA 2027 yang masih tersedia, kepengurusan baru dituntut segera mematangkan pemetaan atlet, cabor dan strategi perolehan medali. ***
Tinggalkan Balasan