Krusial | Banda Aceh – Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berkolaborasi untuk melahirkan talenta digital di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam melalui beragam program, mulai dari Literasi Digital, Digital Talent Scholarship (DTS) hingga Digital Leader Academy (DLA).

“Tujuannya membangun kolaborasi untuk Program Digital Talent Scholarship sekaligus mensosialisasikan pentingnya belajar kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” kata Wakil Menteri Kominfo (Wamenkominfo), Nezar Patria, dalam keterangannya terkait Kuliah Umum: Membentuk Karier Masa Depan di Era Berbasis AI di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, pada Selasa 27 Februari 2024.

Menurut Wamenkominfo, hasil studi World Economic Forum (WEF), menyatakan Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital dalam enam tahun kedepan atau pada 2030.

Jumlah talenta digital itu dinilai sangat banyak, sehingga untuk memenuhinya membutuhkan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“Kita mengendors untuk belajar AI, Data Science, cloud computing sampai yang lebih spesifik misalnya digital marketing. Dan kita berharap di tahun 2030, angka sembilan juta (talenta digital) itu bisa dicapai,” jelasnya.

Wamen Nezar mengatakan, Kementerian Kominfo menyelenggarakan program pengembangan talenta digital mulai dari tingkat dasar, menengah dan lanjutan.

Untuk tingkat dasar (basic), Kominfo sudah melakukan banyak kegiatan literasi digital.

“Selanjutnya untuk program Digital Talent Scholarship, Kominfo sudah mengirimkan ribuan mahasiswa untuk belajar AI dan digital science bersama universitas di Eropa, Asia dan Amerika,” tutur Wamenkominfo.

Dia mengungkapkan, pengembangan talenta di bidang digital ditargetkan akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebab, berdasarkan pemetaan dan perencanaan pemerintah, ekonomi nasional akan bergeser ke ekonomi digital.

“Kontribusi sektor digital ekonomi terhadap PDB ini harus terus meningkat. Untuk itu kita merespons dengan sejumlah program harus dimulai dari sekarang kita bisa mencapai tujuan nasional. Apalagi kita punya bonus demografi di tahun 2030-2045 itu kurang lebih 60 persen usia muda,” kata Nezar Patria menandaskan.

Turut hadir dalam acara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo Hary Budiarto, Rektor Universitas Syiah Kuala Marwan, Profesor Ilmu Komputer Univesitas Syiah Kuala Taufik Fuadi Abidin, dan Presiden Korika Indonesia Hammam Riza.***
source: InfoPublik