Krusial.com — Kondisi jalan gampong yang rusak parah di dua wilayah Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, kembali dikeluhkan masyarakat. Jalan penghubung di Gampong Pasie Kuala Bau dan Gampong Pulo Kambing disebut telah lama mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Keuchik Gampong Pasie Kuala Bau, Imam Mufti Syahputra, mengatakan kerusakan jalan di wilayahnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi jalan yang berlubang, tergenang saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dinilai sangat merugikan masyarakat.

“Warga kami sangat terdampak. Anak sekolah susah berangkat, hasil tani sulit dibawa ke pasar, bahkan kalau ada warga sakit pun ambulans tidak bisa cepat masuk. Kami sudah berkali-kali sampaikan melalui musrenbang, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Imam Mufti.

Keluhan serupa juga disampaikan Keuchik Gampong Pulo Kambing, Sudirman Gp. Menurutnya, akses jalan yang rusak telah menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Pulo Kambing ini salah satu lumbung pertanian Kluet Utara. Tapi bagaimana mau maju kalau jalannya hancur seperti ini. Pupuk susah masuk, hasil panen susah keluar. Kami minta pemerintah jangan tutup mata,” tegas Sudirman.

Menanggapi keluhan tersebut, M. Arhas dan Iyon Gbrs dari Pemuda Peduli Daerah (PPD) mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar segera merespons aspirasi masyarakat dan menjadikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas.

“Ini keluhan resmi dari keuchik sebagai perpanjangan tangan masyarakat. Kalau suara keuchik saja diabaikan, lalu suara siapa lagi yang mau didengar? Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait harus turun langsung ke lapangan dan memasukkan perbaikan jalan ini dalam skala prioritas anggaran,” kata M. Arhas.

Sementara itu, Iyon Gbrs menegaskan bahwa PPD akan terus mengawal persoalan infrastruktur dasar di wilayah Kluet Utara. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.

“Jangan sampai rakyat membayar pajak, tetapi jalannya hancur dan dibiarkan begitu saja. Kami meminta Bupati dan DPRK Aceh Selatan serius menangani persoalan ini. Dua gampong ini hanya contoh, masih banyak gampong lain di Kluet Utara yang mengalami nasib serupa,” ujarnya.

PPD juga meminta agar hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi harus disertai dengan kejelasan tindak lanjut, jadwal pelaksanaan, serta transparansi anggaran.

Masyarakat Gampong Pasie Kuala Bau dan Gampong Pulo Kambing berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan jalan pada tahun 2026. Mereka khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, tingkat kerusakan akan semakin parah dan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk penanganannya.***