Krusial.com — Situasi di Desa Tanjong Mesjid, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, memanas setelah Kepala Desa Adi Satrya diduga meninggalkan desa pada hari ketiga bencana, tepatnya pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB, tanpa memberikan kontribusi dalam penanganan darurat.
Menurut kesaksian beberapa warga dan perangkat desa, sejak awal bencana melanda wilayah itu, tidak terlihat kontribusi maupun keterlibatan Kepala Desa Adi Satrya dalam koordinasi, evakuasi, atau pendataan warga terdampak.
“Dari hari pertama bencana, beliau hanya tidur. Hari Jumat sekitar pukul 02:00 WIB malah pergi meninggalkan desa, dan tidak ada pemberitahuan resmi,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, pada Senin (8/12/2025).
Absennya pimpinan desa disebut sangat mempengaruhi penanganan bencana. Akses bantuan terhambat, koordinasi lapangan tidak terarah, dan beberapa kebutuhan mendesak seperti logistik makanan serta gas elpiji dan kebutuhan lainya tidak dapat terpenuhi.
Masyarakat Minta SK Kepala Desa Dicabut
Kondisi ini membuat warga desa mengambil sikap. Menurut laporan yang diterima wartawan, masyarakat bersama perangkat desa resmi meminta pemerintah kecamatan untuk mengevaluasi dan mencabut SK pengangkatan Kepala Desa Adi Satrya.
“Kami sudah sampaikan laporan. Kami meminta camat segera menonaktifkan dan mencabut SK beliau karena tidak menjalankan tanggung jawab saat bencana,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Warga menilai tindakan meninggalkan desa di tengah bencana termasuk bentuk kelalaian berat dan tidak mencerminkan tanggung jawab seorang kepala desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan republik Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kecamatan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Adi Satrya juga masih terus dilakukan.***
Tinggalkan Balasan