Krusial.com – Akses jalan nasional Blangkejeren–Kutacane kembali terputus akibat longsor, menyebabkan Kabupaten Gayo Lues kembali terisolasi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto didampingi Bupati Gayo Lues Suhaidi meninjau langsung lokasi jalan putus di Kecamatan Putri Betung, Sabtu (3/1/2026).

Kunjungan Kepala BNPB tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini penanganan pascabanjir bandang yang melanda Gayo Lues. Namun, saat rombongan tiba, kondisi daerah kembali terisolasi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Di Kecamatan Putri Betung, tepatnya di kawasan Tetumpun, Desa Pungke Jaya, Suharyanto menyaksikan langsung badan jalan yang terputus total serta material longsoran dari bukit yang terus menimbun ruas jalan nasional tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Letjen Suharyanto langsung menghubungi Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk memfokuskan penanganan darurat pada jalan nasional Blangkejeren–Kutacane. Ia menegaskan bahwa akses tersebut sangat vital bagi pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat Gayo Lues.

“Jalan Blangkejeren–Kutacane merupakan satu-satunya jalur utama pasokan kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sembako, BBM, gas elpiji, hingga material bangunan. Jika jalan ini terputus, seluruh aktivitas masyarakat lumpuh,” tegas Suharyanto.

Ia juga meminta agar Kementerian PU menambah jumlah alat berat guna mempercepat penanganan longsor dan pembukaan kembali akses jalan nasional tersebut. Menurutnya, terputusnya jalur ini menjadi akar persoalan utama dalam penanganan pascabanjir bandang di Gayo Lues.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan berbagai permasalahan yang masih dihadapi daerahnya pascabanjir bandang, terutama krisis pasokan BBM dan gas elpiji, menipisnya stok beras, serta masih adanya sejumlah desa yang terisolasi.

Bahkan, beberapa desa yang sempat terbuka kembali terisolasi akibat banjir susulan dan longsor.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB memastikan bantuan logistik akan segera disalurkan. Pasokan beras akan didropping melalui jalur udara dan sebagian disalurkan melalui kabupaten terdekat.

Untuk kebutuhan BBM dan listrik, Suharyanto juga langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina dan PLN agar pasokan energi ke Gayo Lues dapat dipenuhi secara maksimal.

“Kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama. Negara harus hadir memastikan pasokan logistik, energi, dan akses jalan segera pulih,” pungkas Suharyanto.***