Krusial.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian meluas di Kabupaten Aceh Barat. Karhutla yang awalnya menghanguskan 10 hektare lahan per 15-21 Januari 2025, kini mencapai 14 hektare lahan hangus terbakar.
“Hingga Jumat kemarin, 23 Januari, kami mencatat total area terdampak mencapai 14 hektare, tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan dan Woyla,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Ronal Nehdiansyah di Meulaboh, Sabtu (24/1/2025).
Ronal menjelaskan, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops), Karhutla terjadi di sejumlah desa, yakni Lapang, Suak Raya, dan Suak Nie di Kecamatan Johan Pahlawan. Kemudian Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla.
Menurutnya, peristiwa Karhutla ini awalnya muncul di kawasan Jalan Ujong Beurasok, Desa Lapang. Api terpantau muncul di dua titik kawasan itu dan terus menjalar ke area lainnya sampai ke Kecamatan Woyla.
“Laporan kebakaran baru kembali kami terima dari masyarakat pada Jumat kemarin, yang mana api sudah sampai ke di Aron Baroh,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat bersama unsur TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat melakukan pemadaman dan pemutusan rambatan api.
Upaya penanganan dilakukan secara bertahap sejak 16 Januari, termasuk penggunaan mesin air, patroli darat, serta pemantauan udara menggunakan drone.
Hingga Jumat sore, BPBD melaporkan sebagian lokasi telah berhasil dikendalikan. Area seluas sekitar 3 hektare di Desa Lapang dan 3 hektare di Suak Raya telah tertangani.
Sementara itu, kebakaran di Aron Baroh dinyatakan padam 100 persen. Namun, penanganan masih terus dilakukan di sejumlah titik lain karena kondisi angin kencang dan keterbatasan sumber air.
“Akibat Karhutla terjadi, satu sekolah dasar, yakni SD Suak Raya, terpaksa diliburkan sementara. BPBD juga membagikan masker kepada masyarakat dan sekolah terdampak, sembari memastikan proses pengendalian api terus berjalan hingga situasi benar-benar aman,” pungkasnya. ***
Tinggalkan Balasan