Krusial.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat hingga 5 September 2026 telah menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman karena sejumlah titik api menyisakan asap dan berpotensi kembali menjalar.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan, mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di empat kecamatan.
“Total luas lahan yang terbakar sekitar 13 hektare. Saat ini persentase api yang sudah berhasil dipadamkan mencapai 85 persen,” kata Darmawan, Sabtu (5/9/2026).
Lahan yang terbakar berada di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan luas sekitar 3 hektare. Kemudian Desa Mesjid Baro seluas 5 hektare dan Desa Leukeun sekitar 1,5 hektare di Kecamatan Samatiga.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Desa Simpang, Kecamatan Kaway XVI, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Di Kecamatan Woyla, kebakaran tercatat di Desa Aron Tunong dengan luas sekitar 1,5 hektare.
Darmawan menyebut titik kebakaran mulai terpantau sejak 31 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi awal diterima BPBD dari masyarakat dan kemudian diperkuat dengan pemantauan titik panas melalui aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning.
Hingga 5 September 2026, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Aceh Barat kembali melakukan penanganan di Leukeun. Pemadaman di Mesjid Baro juga dilakukan bersama tim KPH IV Aceh, dengan dukungan TNI, Polri dan masyarakat.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala medan. Sejumlah titik api berada di tengah kawasan hutan sehingga sulit dijangkau petugas. Kondisi angin yang cukup kencang juga meningkatkan potensi api kembali menjalar.
“Di beberapa lokasi masih terdapat titik asap. Petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan karena masih ada potensi api menjalar,” kata Darmawan.
Berdasarkan laporan BPBD Aceh Barat, lokasi karhutla lainnya, seperti di Aron Tunong, Kecamatan Woyla, telah berhasil padam total.
Terkait penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
Karhutla ini, selain merusak vegetasi tanaman, asap karhutla juga dilaporkan mengganggu pernapasan warga di sekitar lokasi terdampak.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi angin yang dapat mempercepat penyebaran api. ***
Tinggalkan Balasan