Krusial.com — Akses jalan vital yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara terputus total akibat longsor. Sedikitnya empat titik longsor terjadi di wilayah Kecamatan Putri Betung, menyebabkan jalur utama penopang perekonomian masyarakat lumpuh.

Jalan tersebut merupakan urat nadi distribusi ekonomi, mulai dari pengangkutan hasil bumi hingga pasokan kebutuhan pokok. Terputusnya akses membuat distribusi sembako, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan dasar lainnya terhambat, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu secara serius.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gayo Lues, As’ari, yang turun langsung ke lokasi longsor pada Sabtu (3/1/2025), mengatakan longsor terparah terjadi di Desa Begade Empat. Material longsoran berasal dari tebing tinggi dan berada tepat di atas permukiman warga.

“Material longsor sangat besar dan berada di tebing rawan. Tim Pekerjaan Umum mengalami kesulitan menyingkirkan material karena kondisi medan dan ancaman longsor susulan,” kata As’ari.

Hingga berita ini diturunkan, ruas jalan tersebut masih tertutup total dan belum dapat dilalui kendaraan. Dampaknya, puluhan truk pengangkut sembako dari arah Medan terjebak di sekitar lokasi longsor.

Sejumlah sopir mengaku sudah tertahan hingga tiga hari tanpa kepastian kapan akses akan kembali dibuka.

Kondisi serupa juga terjadi dari arah Gayo Lues. Antrean panjang kendaraan pengangkut hasil pertanian menumpuk di beberapa titik. Jika akses tidak segera dibuka, kerugian besar diperkirakan akan dialami petani karena hasil panen terancam rusak dan gagal dipasarkan.

Udin, salah seorang sopir truk sembako, mengaku mengalami kerugian akibat terjebak di lokasi.

“Sudah tiga hari saya tertahan di sini. Seharusnya sudah kembali ke Medan untuk mengangkut sembako lagi. Kalau kondisi ini berlarut-larut, masyarakat juga yang akan dirugikan,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera turun tangan dengan langkah cepat, termasuk penambahan alat berat dan personel, agar akses vital Gayo Lues–Aceh Tenggara segera terbuka dan roda perekonomian kembali bergerak.***