Krusial.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Penganugerahan berlangsung di Aula DPMG Aceh, Banda Aceh, Kamis (20/8/2026).

Tahun ini, perhatian tertuju pada sejumlah inovator dan Posyantek yang dinilai berhasil menghadirkan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat. Mereka tidak hanya tampil sebagai pemenang lomba, tetapi diharapkan menjadi motor pengembangan teknologi tepat guna di daerah masing-masing.

Lomba TTG Aceh 2026 telah dilaksanakan sejak Mei dan diikuti 25 peserta dari sembilan kabupaten/kota. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang antara lain dipengaruhi bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pelaksanaan lomba sebagai salah satu upaya pemerintah mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi teknologi masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan.

Panitia penyelenggara yang juga Kabid Pengembangan Kawasan SDA dan TTG DPMG Aceh, Drs. Wardana, M.Si., mengatakan terdapat dua kategori yang diperlombakan tahun ini, yakni Inovasi Alat Teknologi Tepat Guna dan Posyantek.

Untuk kategori Inovasi Alat TTG, posisi terbaik diraih Bustanul Suwardi dari Kabupaten Nagan Raya melalui inovasi mesin penyangrai kelapa U Neule. Juara kedua diraih Arik Derianto dari Kabupaten Aceh Selatan dengan mesin penanam biji-bijian, sementara Muhammad Uzir dari Kabupaten Aceh Barat meraih juara ketiga melalui inovasi mesin penghancur cangkang kerang.

Sementara pada kategori Posyantek, Posyantek Maju Bersama Kabupaten Bireuen berhasil menjadi juara pertama. Juara kedua diraih Posyantek Pilar Kota Banda Aceh, sedangkan juara ketiga diraih Posyantek Bukit Salju Kabupaten Aceh Tengah.

Penghargaan juga diberikan kepada peserta yang masuk dalam enam besar kategori inovasi alat TTG. Mereka adalah Kabupaten Aceh Utara dengan Pengepres Daun Gambir, Kota Banda Aceh dengan Bor Penggali Tanah Portabel, dan Kabupaten Pidie melalui Automatic Water Filling Machine.

Pada kategori Posyantek, penghargaan enam besar diberikan kepada Posyantek Tunas Terampil Kota Banda Aceh, Posyantek Harapan Nanggroe Kabupaten Aceh Barat Daya, serta Posyantek Harapan Kita Kabupaten Bireuen.

Penghargaan dan hadiah kepada seluruh pemenang diserahkan Kepala DPMG Aceh, Dr. H. Iskandar, AP., S.Sos., M.Si., didampingi Kadiv Pelayanan Hukum Kantor Kementerian Hukum Wilayah Aceh, Purwandani, dan Ketua Panitia, Drs. Wardana, M.Si.

Dalam sambutannya, Iskandar memberikan apresiasi terhadap para inovator yang telah menghasilkan berbagai teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa penghargaan dalam lomba harus menjadi awal bagi proses pengembangan inovasi, bukan menjadi titik akhir.

Iskandar menyampaikan tiga harapan utama agar inovasi para pemenang dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Pertama, pemerintah daerah diminta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pemenang, terutama dalam penyempurnaan teknologi, pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta kemungkinan fasilitasi permodalan.

Kedua, inovasi yang telah dihasilkan perlu direplikasi dan dikomersialkan dengan melibatkan sektor swasta, BUMDes, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi tidak cukup diukur dari prestasi dalam perlombaan, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut digunakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Ketiga, Posyantek harus semakin dioptimalkan sebagai pusat pelayanan dan konsultasi teknologi di tingkat masyarakat. Pengurus Posyantek diharapkan aktif mengidentifikasi kebutuhan teknologi di wilayah masing-masing, sementara pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap sosialisasi, pembentukan, dan revitalisasi Posyantek.

“Jangan sampai setelah lomba selesai, para pemenang dilepas begitu saja. Mereka perlu terus didampingi agar inovasinya semakin baik dan dapat berkembang,” kata Iskandar.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi tepat guna akan memiliki nilai strategis apabila mampu keluar dari ruang perlombaan dan benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Indikator keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya memenangkan lomba, tetapi ketika inovasi tersebut digunakan dan mampu mempermudah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Acara penganugerahan turut dihadiri para Kepala DPMG kabupaten/kota serta jajaran dewan juri yang terdiri dari Dr. Zulfadhli, ST., MT., Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Muhtadin, ST., MT., dan Faisal, S.IP., M.IP.

Dengan penghargaan tersebut, para inovator dan Posyantek terbaik Aceh 2026 diharapkan mampu melanjutkan pengembangan karya mereka sehingga tidak berhenti sebagai produk perlombaan, tetapi berkembang menjadi solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan, direplikasi, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.***