Krusial | Meulaboh – Tim Falakiah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat mengungkapkan, hilal penentuan 1 Ramadhan 1445 Hijriah di kabupaten setempat tidak terlihat.

“Ketinggian hilal hingga berakhirnya pemantauan pukul 18.38 WIB bahwa rukyatul hilal berada di posisi minus, yaitu 0,8 derajat, hilal akan nampak jika berada pada posisi 3 derajat,” kata Ketua Tim Falakiah, Ustadz Kamil Syafruddin, usai pemantauan hilal di gedung Rukyatul Hilal, Desa Suak Geudebang, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, pada Minggu, 10 Maret 2024.

Namun, menurut Kamil, meski hilal tidak terlihat, kemungkinan besar awal Ramadhan akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Tim secara sigap telah melaporkan ke Kantor Wilayah Kemenag Aceh tentang hasil hilal tersebut.

“Hilal tidak terlihat hari ini, posisinya rendah, kemudian secara imkan rukyat pun tidak masuk kategori, hilal sudah kita rukyat ternyata juga tidak terlihat lantaran cuaca mendung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, akibat tidak terlihatnya hilal itu, Kemenag Aceh Barat mengambil keputusan untuk menunggu penetapan dari pemerintah pusat setelah adanya sidang Isbat.

“Kita tunggu saja penentuan 1 Ramadhan dari pemerintah pusat melalui Kemenag RI. Insyaallah hari Selasa sudah mulai puasa, dan Senin malam mulai shalat tarawih,” pungkasnya.***

Baca dan cari artikel, berita serta konten lainnya di Google News