Krusial.com – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan antara penulis buku motivasi inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan, Hasbaini SPd MPd dengan Direktur Politeknik Simeulue (POLTEKSIM), Dr Amin Haris MPd di salah satu pusat kuliner di Banda Aceh.

Momen tersebut ditandai dengan saling bertukar karya sebagai simbol apresiasi terhadap dunia literasi dan pengembangan pendidikan. Jumat (10/07/2026).

Hasbaini menyerahkan buku motivasinya yang berisi kisah perjuangan, pengembangan potensi diri, serta semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Sebagai balasan, Dr Amin Haris memberikan buku karyanya berjudul The Handbook of Manajemen Pendidikan: Good Government of Education, yang mengulas konsep tata kelola pendidikan yang baik sebagai landasan dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas.

Dalam pertemuan tersebut, Dr Amin Haris yang juga sering disebut Founding Father POLTEKSIM ini turut berbagi kisah perjalanan hidup dan pengalamannya hingga mampu meraih berbagai prestasi.

Menurutnya, setiap pencapaian yang diraih tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, keberanian mengambil peluang, serta komitmen untuk terus belajar dan berkembang.

“Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa perjuangan. Saya percaya setiap tantangan adalah kesempatan untuk bertumbuh. Namun, saya juga menyadari bahwa perjalanan ini tidak mungkin saya lalui sendiri. Dukungan dan keteguhan istri saya, Ibu Roslimah, menjadi salah satu kekuatan terbesar yang membuat saya mampu melewati berbagai fase kehidupan dan pekerjaan,” ujar Dr Amin Haris.

Sementara itu, Hasbaini menyampaikan rasa bangga dapat berdiskusi sekaligus bertukar buku dengan salah satu tokoh pendidikan vokasi di Aceh.

Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar pertukaran karya, tetapi juga pertukaran gagasan, pengalaman, dan inspirasi yang dapat memperkuat budaya literasi di kalangan akademisi.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan pengalaman yang dibagikan Dr Amin Haris. Kisah perjuangan beliau membuktikan bahwa keberhasilan lahir dari keberanian menghadapi tantangan, kerja keras, serta dukungan keluarga,” kata Hasbaini.

Semoga pertukaran buku ini menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas dalam membangun budaya membaca, menulis, dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” timpal pak Ben nama panggilan yang dikenal luas di masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat tumbuh melalui komunikasi dan silaturahmi antar akademisi.

Kedua tokoh pendidikan itu berharap semakin banyak dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang terdorong untuk menulis, membaca, serta menjadikan buku sebagai jembatan berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan pendidikan Indonesia.***