Krusial.com – Harga dua komoditas unggulan petani di wilayah Barat-Selatan Aceh (Barsela), yakni minyak pala dan minyak nilam, masih menunjukkan tren penurunan dalam dua bulan terakhir. Penurunan ini diperparah dengan melorotnya harga biji pinang di tingkat petani.

Seorang pedagang hasil bumi di Blangpidie, Zulkairi, mengungkapkan bahwa harga minyak nilam saat ini hanya berkisar Rp 650.000 hingga Rp 700.000 per kilogram. Padahal, pada awal tahun harga minyak nilam sempat menembus lebih dari Rp 2 juta per kilogram. Hal serupa terjadi pada minyak pala yang kini berada di kisaran Rp 580.000 hingga Rp 600.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal sebelumnya.​

“Harga minyak nilam sekarang hanya sekitar Rp 650.000 per kilogram, padahal akhir tahun lalu sempat menembus lebih dari Rp 2 juta per kilogram,” kata Zulkairi, Senin (13/10/2025).

Penurunan harga minyak pala juga berdampak pada harga biji pala basah di tingkat petani yang kini hanya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kilogram, lebih murah dibanding dua bulan lalu yang sempat mencapai Rp 20.000 per kilogram. Tak hanya itu, harga biji pinang juga mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir dari Rp 15.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 12.000 per kilogram.

Subhan, seorang petani asal Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, mengatakan penurunan harga ini sangat memukul pendapatan petani. “Biaya produksi tidak sebanding dengan hasil yang kami dapat. Kami berharap pemerintah turun tangan mencari solusi agar harga kembali stabil,” ujarnya.

Lesunya harga komoditas ekspor unggulan ini membuat banyak petani di wilayah Barsela Aceh mendesak intervensi pemerintah agar sektor perkebunan kembali bergairah dan harga bisa lebih stabil.***