Krusial.com — Gunung Api Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi, Kamis (3/7/2025)  pukul 06:51 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 meter di atas puncak (± 1823 meter di atas permukaan laut). 

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang ke arah barat. “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17.6 mm dan durasi 39 detik,” kata Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok Syawaludin dalam siaran persnya. 

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), gunung tersebut berada pada status Level III (Siaga). Mereka pun mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi masyarakat sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar maupun pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas gunung. Sebab, hal itu sangat berbahaya. 

“Waspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas. Terutama dari sektor selatan dan tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok. Karena suara tersebut merupakan ciri aktifitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi. 

“Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat. Pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu,” ucapnya.

Dia ingin masyarakat menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik. Maka, masyarakat sekitar diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak juga diminta waspada. “Agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” katanya.***