Krusial.com — Kali ini, Kabupaten Sidoarjo menjadi titik ke-27 dari 38 kabupaten/kota yang dikunjungi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam rangka distribusi bantuan sosial (bansos) Pemprov Jatim tahun 2025. Total bantuan yang disalurkan di Sidoarjo mencapai Rp 4,9 miliar, yang bersumber dari tiga instansi, yaitu Dinas Sosial Jatim, Dinas PMD Jatim, dan BUMD milik Pemprov Jatim.
“Ya kawan-kawan, ini titik ke-27 dari 38 kabupaten/kota. Alhamdulillah, kita hampir rampung menyalurkan bansos. Harapan kami tentu agar semua bantuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Khofifah di Sidoarjo, Jumat (22/8/2025).
Bansos ini tidak hanya bersifat karitatif (bantuan hidup), tetapi juga pemberdayaan. Salah satunya adalah Program KIP Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif), yang menyasar kelompok rentan seperti ibu tunggal dan warga yang kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga.
“Program ini diluncurkan pada 21 April 2025. Kami juga memberikan intervensi untuk lansia rentan agar tetap stabil secara sosial dan ekonomi, serta zakat produktif untuk pelaku usaha mikro seperti PKL. Tujuannya, mereka terhindar dari jeratan rente atau pinjaman online ilegal,” jelas Khofifah.
Rincian bantuan yang disalurkan di Sidoarjo meliputi bansos dari Dinas Sosial Jatim, antara lain PKH Plus sebesar Rp 1,21 miliar untuk 608 keluarga penerima manfaat (KPM), ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas) sebesar Rp 280 juta untuk 78 orang, BLT Pekerja Rokok sebesar Rp 1,39 miliar untuk 1.057 buruh, KIP Inklusif Produktif sebesar Rp 3 juta/orang untuk 195 orang, Bantuan Mobilitas Lansia sebesar Rp 57 juta untuk 14 penerima, dan Tali Asih Pilar Sosial (Tagana, TKSK, dll) sebesar Rp 431 juta untuk 114 orang.
Selanjutnya, dari Dinas PMD Jatim, bantuan total sebesar Rp 920 juta disalurkan untuk sembilan desa, meliputi BUMDes, Desa Berdaya, dan Desa Jatim Sejahtera (JAWARA). Sementara itu, dari BUMD Pemprov Jatim, disalurkan Zakat Produktif sebesar Rp 25 juta untuk 50 pelaku usaha mikro.
Khofifah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang mendukung kelancaran distribusi bansos, termasuk Forkopimda Sidoarjo, OPD terkait, hingga para relawan sosial seperti Tagana dan TKSK.
“Alhamdulillah, semua semringah. Ini sudah tahap ketiga penyaluran. Saya senang sekali akhirnya bisa hadir langsung ke Sidoarjo, karena sebelumnya sempat tertunda dua kali,” kata Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan bahwa bansos bukan hanya soal distribusi, tetapi bagian dari strategi besar untuk menurunkan kemiskinan dan menguatkan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. “Semoga bansos yang disalurkan, baik berupa bantuan hidup maupun pemberdayaan, bisa memberi manfaat nyata dan jangka panjang,” pungkasnya.***
(PRAYITNO)
Tinggalkan Balasan