Krusial | Aceh Selatan – cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Aceh Selatan meluncurkan program kerja baru di jajaran PC GP Ansor Aceh Selatan yaitu program kerja Saweu Dayah Kebangsaan, pada Rabu (12/5/2022)

Ketua Pimpinan Cabang GP. Ansor Aceh Selatan, Ust. Muhammad Ridho Agung mengatakan Program Saweu Dayah Kebangsaan adalah rangkaian salah satu program kerja PC GP. Ansor Aceh Selatan dalam mensosialisasikan dan mengenalkan GP.Ansor kepada pimpinan serta santri di Dayah seluruh kabupaten Aceh Selatan.

“Juga sebagai langkah awal PC GP Ansor Aceh Selatan menjaga ukhuwah Islamiyyah dengan dayah-dayah yang ada di Aceh Selatan,” ucapnya.

GP. Ansor sebagai banomnya NU berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh Dayah yang ada di Kabupaten Aceh Selatan sebagai mandat menjaga Ahlunsunnah Wal Jama’ah dan jaga Ulama secara bersama dan seiring seirama dengan menjaga persatuan bangsa.

“Langkah awal untuk mewujudkan program tersebut, PC GP Ansor Aceh Selatan mengawalinya di Dayah Darussalam Labuhan Haji, dalam kunjungan tersebut, kami di sambut oleh Abi Hidayat dan Alhamdulillah beliau mengapresiasi dan memberikan dukungan atas hadirnya GP. Ansor di Aceh Selatan,” sebut Ust. Muhammad Ridho Agung.

Pada pertemuan itu GP. Ansor di Aceh Selatan juga membagikan buku “Wasathiyah Islam”.

Dalam pertemuan itu Abi Hidayat juga berpesan kepada Ansor Aceh Selatan untuk terus menjadi pioner persatuan dalam masyarakat, khususnya masyarakat Aceh Selatan.

“Kenapa program ini di perlukan, karena program ini juga untuk menghilangkan misinformasi tentang GP. Ansor Nadhlatul Ulama yang beredar sedemikian liar di masyarakat, ujar Sekretaris GP. Ansor Aceh Selatan, Azhar.

Dalam kunjungan silahturahmi tersebut juga hadir Kasakorcab Banser Aceh Selatan Muhammad Taufiq serta jajaran pengurus PC GP. Ansor Aceh Selatan lainnya.
GP. Ansor Aceh Selatan juga siap untuk memetakan peta Dakwah Islam Puritan (Wahabi) di masyarakat Aceh Selatan kepada Abu – Abu Pimpinan Dayah serta ormas-ormas Islam di Dayah Aceh Selatan.

“Wahabi yang sudah mulai menancapkan gaung di bumoe tuan tapa hanya mampu di hadang jika ormas-ormas Islam beserta dayah-dayah bersatu untuk melakukan pergerakan secara bersama,” tandasnya.