Krusial | Aceh Selatan – Pendiri Safari Subuh Masyhuda Aceh Darussalam H. Abu Ibrahim Laweung melakukan kunjungan silaturrahmi ke MUQ Aceh Selatan. Kunjungan ini merupakan silaturrahmi dalam rangka memperkenalkan Masyuda Aceh Darussalam kepada santri dan pengurus MUQ Aceh Selatan.
Dalam sesi diskusi dengan santri di MUQ Aceh Selatan Abu Ibrahim Laweung mengatakan bahwa Safari Subuh Masyhuda Aceh Darussalam yang ia dirikan merupakan sebuah wadah serta tempat untuk berdiskusi sesama dalam menyikapi isu terkini masyarakat aceh.
“Masyhuda Aceh Darussalam kita bentuk agar menjadi wadah bagi masyarakat serta generasi muda untuk dapat berdiskusi menyikapi perubahan zaman yang terjadi saat ini. Kami yakin dengan adanya kegiatan safari subuh berjamaah semoga kita dapat terjaga dari hal-hal yang yang sifatnya penyimpangan,” kata Abu Ibrahim Laweung.
Lebih lanjut Abu Ibrahim laweung juga mengatakan bawa perubahan aman saat ini perlu disikapi dengan jelas karna telah banyak terjadi penyimpangan yang mengakibatkan rusaknya moral generasi penerus seperti yang tengah hangat di perbincangkan di tengah masyarakat ialah isu perokok, Narkoba, HIV/Aids LGBT.
“Saat ini kita berada diera kemudahan dalam mengakses informasi, tentu apa saja dapat terjadi terutama penyimpangan moral generasi muda. Tentu hal ini harus kita sikapi dengan matang melalui forum diskusi bersama. Terlebih lagi saat ini muncul isu-isu seperti LGBT dimana mereka merupakan kelompok yang paling dibenci oleh Allah SWT. Oleh sebab itu kita tidak ingin generasi mudah terjerumus dalam penyimpangan moral,” egas Abu Ibrahim Laweung yang juga mantan mahasiswa di Prince of Sangkha University di Thailand.
Terakhir Abu Ibrahim Laweung juga mengatakan bahwa peranan pesantren sangat penting untuk menangkal masuknya perokok,Narkoba,HIV/Aids dan LGBT.
“Pesantren memiliki peranan yang sangat penting dalam menangkal masukkan Selain itu peran jamaah safari subuh perokok,Narkoba, HIV/Aids dan LGBT. Selain itu Safari subuh Masyhuda Aceh Darussalam juga tidak kalah penting dalam mengedukasi masyarakat melalui penceramah,” tutup Abu ibrahim yang juga ketua Perkumpulan Promotor Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia Provinsi Aceh.***
Tinggalkan Balasan