Krusial | Aceh Selatan – Forum Konservasi Leuser (FKL) mengajak pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Aceh Selatan untuk menjelajahi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Stasiun Penelitian Soraya, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.
“KEL di Stasiun Soraya merupakan benteng pertahanan bagi keanekaragaman hayati dan lingkungan kita. Melindungi dan melestarikan warisan ini sangat penting untuk memastikan kesejahteraan generasi mendatang,” kata Manajer Edukasi FKL, Fery Irawan, pada Senin (20/1/2025).
Kawasan ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Stasiun Penelitian Soraya merupakan salah satu stasiun yang berada di kawasan ekosistem Leuser dengan luas areal studi 500 hektare, yang menjadi habitat bagi flora dan fauna serta sebagai paru-paru bumi yang vital.
“Pentingnya menjaga hutan sejak dini. Harapan kita, pelajar yang mengikuti edukasi dan pengenalan kawasan KEL bisa memahami konsep-konsep tentang pendidikan konservasi dini,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan edukasi yang digelar FKL di Stasiun Penelitian Soraya ini bisa menambah wawasan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan.

Pelajar MAN 1 Aceh Selatan, Cut Ervi Putri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan memberikan banyak pengalaman. “Kami mendapatkan ilmu baru, mulai dari perjalanan menggunakan speedboat hingga tiba di Stasiun Penelitian Soraya, sangat menantang namun seru,” kata Cut Ervi Putri.
Ia memaparkan bahwa saat kegiatan edukasi dimulai, pelajar diperkenalkan dengan flora dan fauna.

“Ekspektasi kami jauh berbeda, kami bisa melihat dan mengetahui flora dan fauna yang tidak pernah dilihat sebelumnya,” kata dia.
Selain mendapatkan ilmu untuk menjaga kelestarian alam sejak dini, Cut Ervi Putri juga belajar tentang pemisahan sampah organik dan non-organik.
“Kebiasaan kami di rumah untuk sampah baik organik maupun non-organik itu dicampur terus dibuang, namun disini berbeda, kami diajarkan untuk memisahkan terlebih dahulu sebelum membuang sampahnya,” tukasnya.***
Tinggalkan Balasan