Krusial.com — Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil mendorong gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menulis, tetapi berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekolah, keluarga hingga ruang publik.
Pesan itu disampaikan Said saat menutup Festival Literasi Aceh Barat 2026 di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Sabtu (26/9/2026) malam.
Menurut Said, rangkaian festival menunjukkan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas, mulai dari karya tulis, diskusi, pengetahuan, seni budaya hingga kreativitas generasi muda.
“Ini yang kita inginkan, literasi tumbuh dekat dengan kehidupan masyarakat, hadir di sekolah, keluarga, gampong, perpustakaan, komunitas dan di ruang-ruang publik yang menjadi tempat masyarakat berinteraksi,” kata Said.
Ia menilai penguatan literasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memahami serta memilah informasi yang diterima.
“Sesuai dengan cita-cita yang kita bangun bersama, Aceh Barat menuju pusat literasi informasi. Untuk itu, kita memerlukan kerja bersama agar literasi semakin kuat, dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujarnya.
Said berharap gerakan literasi yang terus dikembangkan dapat membentuk generasi Aceh Barat yang berilmu, kreatif dan mampu memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival, mulai dari panitia, pegiat literasi, penulis, pelajar, guru, komunitas, seniman hingga pelaku UMKM.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat dibangun melalui kolaborasi dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Penutupan Festival Literasi Aceh Barat 2026 turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah instansi, tokoh, komunitas, seniman dan berbagai unsur lainnya yang dinilai berperan sebagai pegiat literasi di Kabupaten Aceh Barat.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutupan festival sekaligus bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang ikut mendorong perkembangan budaya literasi di Aceh Barat. ***
Tinggalkan Balasan