Krusial.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan pendampingan strategi pemasaran terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik Bu Maya, seorang pelaku usaha garam tradisional di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui proses rebranding atau pembaruan identitas produk yang bertujuan meningkatkan daya tarik kemasan sekaligus memperluas peluang pemasaran garam hasil produksi UMKM tersebut.

Rebranding merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan dengan memperbarui identitas produk, mulai dari desain kemasan, logo, hingga tampilan visual lainnya agar lebih menarik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UTU dibagi dalam beberapa kelompok dan turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi serta merancang konsep kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ketua kelompok, Shella Gustira, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM lokal, khususnya usaha tani garam yang selama ini masih menggunakan kemasan sederhana.

“Kami melakukan rebranding ini sebagai bentuk inovasi untuk meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Harapannya, kemasan yang lebih modern dapat membantu meningkatkan penjualan dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi pelaku UMKM garam,” ujar Shella Gustira, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pemasaran produk garam tersebut nantinya menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari pasar tradisional, toko kelontong, kedai kecil, hingga swalayan yang berada di wilayah Aceh Barat Daya dan sekitarnya.

Selain mendesain kemasan baru, mahasiswa juga melakukan uji coba terhadap ukuran kemasan, desain logo, dan tampilan produk agar lebih sesuai dengan preferensi konsumen. Produk garam tersebut dikemas dengan ukuran 500 gram dan akan dipasarkan dengan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap melalui rebranding ini omzet penjualan UMKM garam milik Bu Maya dapat meningkat. Kemasan yang lebih menarik diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan membuat produk lebih mudah dikenali masyarakat,” tambah Shella.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Manajemen dan Perencanaan Komunikasi yang menitikberatkan pada penerapan strategi komunikasi dan pemasaran secara langsung di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bu Maya selaku pelaku UMKM garam menyambut baik inisiatif yang dilakukan mahasiswa UTU. Ia mengaku senang dengan hadirnya desain kemasan baru yang dinilai lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan kemasan sebelumnya.

“Saya senang dengan adanya kemasan baru ini. Mudah-mudahan garam yang saya produksi semakin dikenal masyarakat dan lebih diminati di pasaran,” ujar Bu Maya.

Proses pembuatan desain dan kemasan baru dilakukan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sebelum nantinya didistribusikan ke lokasi usaha Bu Maya di Dusun Nelayan, Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan UMKM lokal sekaligus membantu meningkatkan daya saing produk daerah melalui strategi komunikasi dan pemasaran yang lebih modern.***