Krusial.com – Dua kapal pengeruk emas di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Woyla, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, hanyut terbawa arus banjir. Kedua kapal yang tampak terombang-ambing tersebut viral di berbagai platform media sosial, termasuk WhatsApp Group, setelah warga mengabadikan dan membagikan video itu.

Informasi yang dihimpun Krusial.com, dua kapal tersebut diketahui terseret arus dari wilayah konsesi perusahaan produksi komoditas emas milik PT Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) yang beroperasi di kecamatan tersebut. Peristiwa ini memicu beragam perbincangan publik, terutama terkait aktivitas penambangan emas yang selama ini disorot.

Lokasi banjir di Kantor Camat Sungai Mas, Rabu (26/11/2025). (Foto: Dok. BPBD Aceh Barat)

Sebelumnya, hujan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (26/11/2025) dini hari. Hujan yang berlangsung berjam-jam tanpa henti mengakibatkan air sungai meluap dan merendam sejumlah desa di dua kecamatan.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Sungai Mas, seperti Desa Kajeung, Geudong, Lancong, dan Tungkop. Sementara itu, di Kecamatan Woyla, proses pendataan desa-desa terdampak masih berlangsung.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan dari desa-desa terdampak terdapat sekitar 33 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi. Seluruh pengungsi yang terdata sementara ini berada di Desa Geudong.

“Tim masih terus melakukan pendataan di desa lain, memantau kondisi di lapangan, serta mengevakuasi warga yang terdampak banjir,” kata Ronal.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menutup sejumlah fasilitas umum, termasuk akses menuju Desa Kajeng dan area kantor camat setempat. Di Desa Geudong, warga telah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang terdampak.

Ronal menyebutkan, personel TNI dan Polri turut terlibat dalam penanganan darurat banjir.

Hingga saat ini, debit air di DAS Krueng Woyla dan Meureubo dilaporkan terus mengalami peningkatan sehingga tim gabungan tetap siaga mengantisipasi potensi banjir susulan.

Sementara itu, terkait dua kapal pengeruk emas yang terseret arus banjir, Krusial.com belum berhasil mendapatkan jawaban dari pihak PT KPPA. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respon. ***