Krusial.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan diingatkan untuk segera menyelesaikan sengketa lahan antara warga Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, dengan PT ASN sebelum konflik semakin parah. Pasalnya, warga telah bersabar selama lebih dari 20 tahun, namun permasalahan ini belum menemukan titik temu. Bahkan, warga telah menduduki lahan selama lebih dari 2 bulan, namun belum ada penyelesaian dari pemerintah.

“Pemerintah Aceh Selatan jangan menunggu konflik semakin parah baru turun tangan dan menyelesaikan masalah ini. Masyarakat telah cukup sabar dengan lambatnya penyelesaian dari pemerintah Aceh Selatan,” kata anggota DPRK Aceh Selatan, Adi Samridha, dalam keterangan tertulis yang diterima Krusial.com pada Sabtu (5/7/2025).

Menurutnya, posko yang didirikan oleh masyarakat telah dijaga siang dan malam selama lebih dari 71 hari, namun belum ada satu pun pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang berkunjung ke lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memeriksa bukti-bukti otentik lapangan. Masyarakat sangat berharap agar pemerintah dapat hadir dan melihat langsung kondisi lapangan, mendengar keluhan masyarakat, dan memeriksa bukti-bukti yang ada.

Selain itu, Tim Khusus yang dibentuk oleh Bupati Aceh Selatan juga belum menunjukkan tindakan nyata. Proses penyelesaian yang dilakukan oleh tim tersebut tidak mengalami kemajuan, hingga saat ini belum ada rekomendasi apa pun. Bahkan, pada pertemuan tanggal 13 Juni lalu dengan masyarakat, Tim Khusus berjanji akan hadir di lokasi, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kehadiran mereka.

“Saya ingatkan Tim Khusus yang telah dibentuk itu harus bekerja serius, jangan lambat seperti ini, karena ini bisa memicu konflik yang lebih parah dan berakibat fatal nantinya,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Aceh ini menyampaikan bahwa dirinya selama ini telah berusaha dan meminta warga agar tidak melakukan sikap anarkis, harus selalu mengedepankan penyelesaian secara bijak dan persuasif. “Tapi kalau terus berlarut-larut, kita tidak bisa menjamin kalau warga akan berbuat di luar kontrol,” ujarnay.

Sengketa lahan ini telah berlangsung lebih dari 20 tahun, dan masyarakat Seuneubok Pusaka telah lama menantikan penyelesaian yang adil dan transparan. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata dan menyelesaikan masalah ini dengan memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dan menyelesaikan sengketa lahan ini dengan cara yang adil dan transparan,” tutupnya.***