Krusial.com — Dewan Pengurus Pusat Generasi Milenial Indonesia (DPP GMI) menyatakan dukungan penuh terhadap Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Syahardiantono, untuk menggantikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GMI, Albar, di Jakarta, Rabu (19/4/2026).
Menurut Albar, Komjen Pol Syahardiantono dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas yang mumpuni untuk memimpin institusi Polri. Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, DPP GMI akan menggelar penebaran spanduk dukungan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
“Pilihan yang tepat untuk menjadi Kapolri adalah Komjen Pol Syahardiantono, apabila Bapak Presiden Prabowo berkenan menunjuknya menggantikan Pak Listyo Sigit,” tegas Albar.
Albar menambahkan bahwa jenderal bintang tiga tersebut memiliki pengalaman yang luas di berbagai bidang, termasuk kepedulian sosial, keagamaan, dan pendidikan. Selain itu, Komjen Pol Syahardiantono juga dikenal dekat dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh politik, aktivis pergerakan, hingga kalangan mahasiswa.
“Semua beliau rangkul dengan baik,” ujar Albar.
Pembawaan Komjen Pol Syahardiantono yang tenang namun tegas dalam bersikap, menurut Albar, diharapkan mampu membawa suasana Indonesia menjadi lebih sejuk dan kondusif. Ia juga meyakini bahwa jika Komjen Pol Syahardiantono terpilih sebagai Kapolri, berbagai kegaduhan yang terjadi di masyarakat dapat diminimalkan secara signifikan.
“Selain itu, beliau juga akan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dalam penegakan hukum yang presisi dan berkeadilan,” lanjut Albar.
Albar menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung langkah-langkah positif Polri demi kebaikan bangsa, mulai dari penegakan hukum yang tegas hingga pelayanan dan pengayoman masyarakat secara humanis.
DPP GMI berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menunjuk Komjen Pol Syahardiantono sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Meski demikian, Albar menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menghormati dan mendukung keputusan akhir yang diambil oleh Presiden demi kebaikan institusi Polri dan bangsa Indonesia.
“Namun, apa pun pilihan Presiden Prabowo, tentu harus kita dukung untuk kebaikan Polri,” tutup Albar.***
Tinggalkan Balasan