Krusial.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aneuk Muda Mualem (AMM) mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Aceh dalam menyikapi persoalan yang mencuat setelah beredarnya video sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh Tengah yang mendapat teguran dari Bupati Aceh Tengah.

Ketua DPP AMM, Novtrianda Alinur, secara khusus mengapresiasi langkah Kepala Bidang SMA/PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, yang turun langsung ke Aceh Tengah mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh untuk mencari akar persoalan sekaligus memastikan permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut Novtrianda, langkah cepat tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam merespons persoalan yang berkembang di dunia pendidikan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Dinas Pendidikan Aceh, khususnya Pak Syarwan Joni, yang turun langsung ke Aceh Tengah mewakili Kepala Dinas. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan pendidikan berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan,” ujar Novtrianda, Sabtu (29/8/2026).

Ia menilai, dalam menyelesaikan persoalan yang melibatkan peserta didik, hal terpenting bukan semata-mata mencari pihak yang bersalah. Menurutnya, setiap persoalan harus menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak melalui pendekatan pembinaan, dialog, dan penguatan pendidikan karakter.

“Kami melihat persoalan ini disikapi dengan sangat baik. Penyelesaian dilakukan secara damai, tidak mempermalukan siswa, tidak melukai perasaan pihak mana pun, dan tetap memberikan ruang bagi pembinaan. Ini merupakan pendekatan yang patut kita apresiasi,” katanya.

Novtrianda mengatakan dunia pendidikan membutuhkan ketegasan yang tetap dibarengi dengan kebijaksanaan. Sebab, siswa merupakan generasi yang masih berada dalam proses pertumbuhan dan membutuhkan arahan serta pembinaan dari berbagai pihak.

“Anak-anak kita harus dididik tentang disiplin dan tanggung jawab, tetapi pada saat yang sama mereka juga harus diberikan ruang untuk belajar dari kesalahan. Tegas tidak berarti harus menghakimi,” tegasnya.

DPP AMM berharap peristiwa tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan Aceh, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda Aceh.

Menurut Novtrianda, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai peristiwa viral di media sosial, tetapi menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, dan adab generasi muda.

“Kami berharap kejadian ini tidak berhenti sebagai sebuah video yang viral, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, dan adab generasi muda Aceh. Sekali lagi, kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Aceh dan khususnya Pak Syarwan Joni atas respons cepat dan langkah penyelesaian yang humanis,” pungkas Novtrianda Alinur.***