Krusial.com — Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai diarahkan tidak sekadar pada penggunaan aplikasi, tetapi juga pada penguatan keamanan dan keabsahan dokumen elektronik.
Langkah itu salah satunya dilakukan melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis sertifikat elektronik Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Kabid Persandian dan Statistik Diskominsa Aceh Barat, Dedy Jefernal, ST, mengatakan penerapan TTE menjadi bagian penting dalam membangun sistem administrasi pemerintahan yang semakin terdigitalisasi.
“Implementasi ini diharapkan dapat mempercepat administrasi sekaligus mendukung penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui aplikasi SIMGOS,” kata Dedy usai berlangsungnya pelatihan aktivasi TTE bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa (11/8/2026).
Dedy yang berperan sebagai narasumber sekaligus pendamping teknis, menyebut digitalisasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi. Aspek autentikasi, keamanan serta keabsahan dokumen juga harus dipastikan agar proses kerja secara elektronik memiliki tingkat kepercayaan yang memadai.
“Kami mendukung penuh upaya RSUD Cut Nyak Dhien dalam mempercepat implementasi Rekam Medis Elektronik berbasis SIMGOS melalui penerbitan dan aktivasi sertifikat elektronik serta peningkatan pemahaman ASN dalam memanfaatkan layanan sertifikat elektronik BSrE,” ujar Dedy.
Tak berhenti pada pemaparan materi, tim Diskominsa Aceh Barat yang dipimpin Dedy bersama Sandiman Ahli Muda dan Penelaah Teknis Kebijakan turut mendampingi ASN dalam proses pendaftaran hingga aktivasi TTE.
Pelatihan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga sore hari. Pendampingan tersebut diarahkan agar ASN tidak hanya memahami fungsi TTE, tetapi juga mampu menggunakannya dalam aktivitas administrasi digital.
Dedy menilai pemanfaatan TTE dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perangkat daerah, mulai dari mempercepat alur administrasi, mengurangi penggunaan dokumen fisik hingga memperkuat integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
“Pemanfaatan TTE berbasis sertifikat elektronik merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun proses administrasi pemerintahan yang semakin terdigitalisasi, aman dan terpercaya,” katanya.
Di RSUD Cut Nyak Dhien, penerapan teknologi tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan RME. Sistem digital diharapkan tidak hanya membuat proses administrasi lebih efisien, tetapi juga mendukung pengelolaan layanan kesehatan yang semakin terintegrasi.
Menurut Dedy, kolaborasi antara Diskominsa dan RSUD Cut Nyak Dhien menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan kerja lintas perangkat daerah. Infrastruktur dan aplikasi harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia serta sistem keamanan informasi.
Ia berharap aktivasi TTE tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar digunakan secara konsisten dalam proses kerja sehari-hari.
“Transformasi digital harus memberikan dampak nyata terhadap percepatan pelayanan, efisiensi administrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujarnya. ***
Tinggalkan Balasan