Krusial.com – Tidak semua kisah tentang polisi berakhir di ruang penyidikan, patroli, atau penegakan hukum. Ada pula cerita yang lahir dari kepedulian dan empati, ketika seorang pemimpin hadir membawa harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi ujian hidup.
Kisah itu datang dari Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadliansyah, S.I.K., yang menunjukkan kepeduliannya kepada T. Yusuf (7), putra seorang wartawan di Aceh Selatan yang sedang berjuang melawan kelainan kesehatan langka.
Yusuf merupakan anak kedua dari pasangan Rian Hariga Efendi dan Nurul. Di usianya yang masih tujuh tahun, ia didiagnosis mengalami Anodontia gigi susu, yaitu kelainan pertumbuhan gigi yang menyebabkan gigi permanen tidak tumbuh setelah gigi susu tanggal. Kondisi tersebut membuat keluarga harus berjuang mencari penanganan medis terbaik.
Di tengah kegelisahan itu, perhatian datang dari sosok yang tidak mereka duga.
Menurut Rian, awal mula kepedulian tersebut terjadi saat dirinya bersilaturahmi dengan Kapolres Aceh Selatan. Dalam perbincangan santai, ia menceritakan kondisi kesehatan putranya.
Tanpa menunggu lama, AKBP T. Ricki Fadliansyah langsung meminta agar Yusuf segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Yuliddin Away Tapaktuan.
«”Begitu mengetahui kondisi anak kami, Bapak Kapolres langsung meminta agar Yusuf segera diperiksa dan mendapatkan penanganan di RSUD Yuliddin Away Tapaktuan,” tutur Rian, Selasa (7/7/2026).»
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Yusuf membutuhkan penanganan lanjutan sehingga harus dirujuk ke Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam di RSUD dr. Zainoel Abidin.
Namun perhatian Kapolres tidak berhenti pada pemberian arahan semata.
Meski sedang berada di Banda Aceh untuk mengikuti agenda kedinasan serah terima jabatan Kapolda Aceh, AKBP T. Ricki Fadliansyah tetap memantau perkembangan kondisi Yusuf. Ia meminta keluarga segera berangkat agar proses pemeriksaan tidak tertunda.
Tak hanya itu, berbagai kebutuhan keluarga selama berada di Banda Aceh turut dibantu, mulai dari transportasi, tempat tinggal, hingga pendampingan selama menjalani pemeriksaan medis di RSUD dr. Zainoel Abidin dan RS Bunda Thamrin.
Bagi keluarga Yusuf, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi menjadi suntikan semangat di tengah perjuangan panjang yang mereka hadapi.
«”Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Aceh Selatan. Di saat kami berjuang mencari solusi untuk kesehatan anak kami, beliau hadir memberikan perhatian dan dukungan yang luar biasa,” ungkap Rian.»
Menurutnya, apa yang dilakukan Kapolres menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
«”Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bentuk kepedulian seorang pemimpin kepada masyarakatnya. Semoga segala kebaikan Bapak Kapolres dan keluarga mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.»
Sementara itu, AKBP T. Ricki Fadliansyah mengatakan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari nilai pengabdian yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.
Ia berharap Yusuf dapat segera memperoleh penanganan terbaik dan kembali menjalani masa kecilnya dengan sehat seperti anak-anak seusianya.
«”Kita berharap adik Yusuf diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalani pengobatan. Sebagai manusia, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling peduli dan membantu sesuai kemampuan,” kata Kapolres.»
Di balik seragam yang identik dengan ketegasan, kisah ini memperlihatkan sisi lain seorang anggota Polri: hadir sebagai sesama manusia yang peduli terhadap penderitaan orang lain.
Bagi keluarga Yusuf, perhatian itu mungkin tidak menghapus seluruh beban yang mereka rasakan. Namun, kepedulian yang datang pada saat yang tepat mampu menghadirkan harapan baru, menguatkan langkah mereka untuk terus berjuang demi kesembuhan sang buah hati.
Karena pada akhirnya, terkadang yang paling dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan, melainkan keyakinan bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.
Tinggalkan Balasan