Krusial.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memperkuat peran masyarakat di tingkat gampong (desa) untuk menghadapi berbagai persoalan sosial dan potensi bencana, mulai dari narkoba, perjudian hingga kebakaran dan banjir. Penguatan itu dilakukan dengan mengerahkan 470 anggota Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong dari 94 desa di Kecamatan Woyla, Woyla Barat dan Arongan Lambalek.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, mengatakan, keberadaan personel di tingkat gampong harus diarahkan menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi persoalan sejak dini sekaligus membantu penanganan awal ketika terjadi bencana.

“Mulai hari ini Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong tidak lagi hanya bertugas seperti biasanya. Mereka menjadi garda terdepan atau ujung tombak pemerintah di lapangan,” kata Tarmizi saat kegiatan di Lapangan Bola Kaki Desa Padang Jawa, Kecamatan Woyla, Kamis (10/9/2026).

Menurut Tarmizi, langkah tersebut penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan berbagai persoalan di lingkungan gampong. Setiap informasi terkait gangguan keamanan maupun persoalan hukum diharapkan dapat segera diteruskan kepada aparat kepolisian.

“Nantinya setiap ada informasi terkait hal-hal yang bermasalah dengan hukum, mereka bisa langsung menyampaikan ke Polsek sehingga Polsek, Polres dan Pemkab Aceh Barat dapat menindak tegas pada hari itu juga,” ujarnya.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, personel Satlinmas dan Pageu Gampong juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tarmizi menyebut ancaman banjir dan kebakaran lahan perlu diantisipasi karena memiliki pola yang kerap berulang.

“Menjelang akhir tahun biasanya kita menghadapi banjir. Kemudian pada musim kemarau ada kebakaran lahan. Mitigasi ini harus dilakukan dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pemkab Aceh Barat juga membekali masyarakat dengan simulasi penanganan awal kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, BPBD memperagakan penanganan kebocoran tabung gas serta langkah pemadaman ketika api muncul di rumah.

Tarmizi mengatakan simulasi itu diperlukan karena kepanikan dan minimnya pemahaman masyarakat sering membuat penanganan awal kebakaran tidak berjalan optimal.

“Setiap tahun di Aceh Barat terdapat lebih dari 20 kasus kebakaran rumah. Sering kali tidak ada penanganan awal karena masyarakat tidak paham dan panik ketika melihat api,” ujarnya.

Ia berharap kemampuan dasar tersebut dapat membantu masyarakat bertindak cepat ketika kebakaran terjadi sehingga api tidak semakin membesar dan risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat ditekan.

Kegiatan penguatan Satlinmas dan Pageu Gampong ini merupakan apel siaga kedua yang digelar Pemkab Aceh Barat. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan serupa menjangkau seluruh kecamatan di Aceh Barat.

Untuk setiap desa, komposisi personel terdiri atas tiga anggota Satlinmas dan dua anggota Satgas Pageu Gampong. Khusus Kecamatan Johan Pahlawan, jumlah Satgas Pageu Gampong ditetapkan tiga orang per desa.

Apel siaga kali ini melibatkan anggota dari tiga kecamatan, yakni Woyla, Woyla Barat dan Arongan Lambalek. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Kaway XVI dan Panton Reu. ***