Krusial.com – Komitmen membangun generasi muda Aceh yang tangguh, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan terus diperkuat. Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri menjalin sinergi strategis dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh sebagai bagian dari upaya bersama mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.

Koordinasi yang berlangsung di Kantor Dispora Aceh, Banda Aceh, menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi untuk merancang berbagai program pembinaan kepemudaan yang adaptif terhadap tantangan era digital.

Berdasarkan rilis pers yang diterima redaksi, Selasa (4/8/2026), pertemuan tersebut dipimpin Pelaksana Harian Kasatgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, S.Pd., M.H., dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan literasi digital, pendidikan karakter, serta upaya membangun daya tangkal generasi muda terhadap penyebaran paham IRET yang dinilai semakin mudah berkembang melalui ruang digital.

AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono mengatakan generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang perlu dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat agar mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi secara bijak.

Menurutnya, kemajuan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, di sisi lain, ruang digital juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan narasi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga ajakan yang berpotensi mengarah pada tindakan terorisme.

“Karena itu, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi, penguatan karakter, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pencegahan akan jauh lebih efektif ketika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Aceh, T. Banta Nuzullah, menyambut baik terbangunnya sinergi tersebut. Ia menilai pembinaan kepemudaan tidak hanya bertujuan melahirkan generasi yang berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, Dispora Aceh siap mendukung berbagai program kolaboratif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pegiat literasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa di kalangan generasi muda.

Melalui kolaborasi tersebut, edukasi mengenai bahaya paham IRET diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda yang menjadi kelompok paling aktif memanfaatkan teknologi digital.

Dengan meningkatnya kemampuan literasi digital dan kesadaran dalam menyaring informasi secara kritis, generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sinergi antara Satgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Polri dan Dispora Aceh diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan generasi muda, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjaga persatuan, memperkuat harmoni sosial, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di Aceh.***