Krusial.com — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik bagi korban banjir bandang di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Batuan ini, dihimpun dari masyarakat Aceh Barat dan disalurkan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial.
Ketua DEMA STAIN TDM, Alfa Salam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Ia menyebut bantuan yang disalurkan pada Kamis (18/12/2025) kemarin itu, diharapkan dapat meringankan beban korban banjir yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan keikhlasan masyarakat Aceh Barat. Ini adalah wujud nyata solidaritas kemanusiaan di tengah musibah besar,” ujar Alfa Salam.
Selain menyalurkan bantuan, DEMA STAIN TDM secara tegas mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menetapkan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra sebagai bencana nasional.
Menurut Alfa, jumlah korban jiwa yang mencapai ribuan, ratusan orang hilang, serta kerusakan infrastruktur dan sumber penghidupan warga telah melampaui kemampuan daerah.
“Bencana karhutla tahun 2015 berkabut asap di Sumatera dan Kalimantan didesak oleh Prabowo saat itu menjadi bencana nasional,” kata Alfa. “Lalu di mana keadilan ketika banjir bandang dan longsor merenggut ribuan nyawa, membuat ribuan warga mengungsi dan terisolasi, justru tidak ditetapkan sebagai bencana nasional?” tanya Alfa.
Ia juga meminta pemerintah pusat tidak mempersulit bantuan internasional jika penetapan bencana nasional belum dilakukan. Menurutnya, banyaknya bendera putih yang berkibar di berbagai daerah menjadi sinyal kuat krisis kemanusiaan yang nyata di lapangan.
Alfa mengatakan negara harus hadir dengan keputusan konkret, bukan sekadar pernyataan. Penetapan status bencana nasional dinilai penting untuk mempercepat koordinasi, membuka akses sumber daya, dan memastikan penanganan korban berjalan adil dan menyeluruh.
“Menunda keputusan berarti membiarkan rakyat bertahan sendiri di tengah krisis,” ujar Alfa Salam. ***
Tinggalkan Balasan