Krusial.com – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap sistem pengawasan jalur transportasi di wilayah pendidikan Aceh Barat. Hal ini dipicu oleh maraknya truk raksasa milik korporasi yang melintasi area kampus dan dinilai merampas hak keamanan serta kesehatan mahasiswa.
DEMA menemukan indikasi kuat bahwa armada truk tersebut merupakan bagian dari rantai operasional perusahaan tambang dan industri di Aceh Barat. Material yang diangkut diduga mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang bersifat reaktif dan berisiko tinggi.
“Kami mengecam keras tindakan perusahaan yang menjadikan jalur kampus sebagai perlintasan material berbahaya. Ini bukan sekadar polusi, melainkan ancaman kontaminasi lingkungan yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan jangka panjang civitas akademika,” tegas Alfa Salam, Kamis (30/4/2026).
Ancaman Kesehatan dan Kerusakan Infrastruktur
Alfa menegaskan bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat mencetak intelektual, bukan lintasan limbah beracun. Ia menyayangkan praktik korporasi yang dianggap lebih mementingkan profit dibandingkan keselamatan nyawa manusia.
Selain isu limbah, DEMA juga menyoroti praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) oleh vendor-vendor perusahaan. Truk bermuatan berlebih tersebut secara nyata merusak infrastruktur jalan di lingkungan kampus yang tidak dirancang untuk beban logistik berat.
“Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah mati di jalur ini. Manuver truk besar di jalanan kampus yang sempit menciptakan risiko kecelakaan maut setiap detiknya. Kami tidak akan mentoleransi adanya titik buta (blind spot) kendaraan berat di area keluar-masuk mahasiswa,” tambah Alfa.
Paparan debu pekat dan emisi gas buang juga dilaporkan menurunkan kualitas udara secara drastis. Jika dibiarkan, para mahasiswa terancam mengalami gangguan pernapasan (ISPA), iritasi mata, dermatitis, hingga dampak psikologis seperti trauma atau gangguan kecemasan (anxiety).
Tuntutan Tegas terhadap Aparat dan Perusahaan
DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka menuntut penghentian aktivitas truk besar di jalur pendidikan demi menjamin keselamatan mahasiswa.
Pihak mahasiswa memberikan peringatan keras bahwa jika desakan ini tidak segera ditindaklanjuti oleh APH maupun pihak perusahaan terkait, mereka akan melakukan aksi massa yang lebih besar.
“Jika tidak ada tindakan nyata, kami bersama seluruh elemen mahasiswa akan melakukan blokade total dan pendudukan jalan. Kami pastikan roda industri yang merugikan mahasiswa tidak akan bisa berputar di atas tanah pendidikan kami,” pungkas Alfa Salam.***
Tinggalkan Balasan