Krusial.com – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, S.E., M.Sos., secara resmi meluncurkan 10 program inovasi unggulan hasil kolaborasi Baitul Mal dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Acara peluncuran berlangsung khidmat di Hall Pendopo Bupati, Senin (4/5/2026).
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat serta mempermudah akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan dan bantuan sosial. Inovasi ini mencakup 7 program baru dari Baitul Mal dan 3 program integrasi dari Disdukcapil.
Bupati Mirwan menegaskan bahwa pengelolaan zakat ke depan tidak boleh lagi bersifat administratif semata, tetapi harus memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya mengelola zakat, tetapi memastikan zakat tersebut benar-benar sampai, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh Selatan. Pemerintah tidak ingin lagi ada warga yang kesulitan mendapatkan haknya hanya karena kendala jarak atau prosedur yang berbelit,” tegas Mirwan.
7 Inovasi Layanan Baitul Mal
Sekretaris Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, memaparkan tujuh program inovasi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada mustahiq (penerima zakat):
- MUDAH MUSTAHIQ: Layanan administrasi bantuan yang ditempatkan langsung di RSUD dr. H. Yuliddin Away untuk memudahkan pasien.
- SIM-MAS TERPADU: Integrasi pengurusan dokumen bantuan di kantor Disdukcapil.
- MENJEMPUT MUSTAHIQ: Jemput bola pelayanan di tingkat kecamatan (Labuhanhaji Timur, Sawang, Kluet Utara, Bakongan, dan Trumon Tengah).
- BAITUL MAL SIGAP: Layanan cepat tanggap pengurusan dokumen bagi korban bencana.
- TITIP BERKAS MUSTAHIQ: Fasilitas penitipan dokumen untuk mempermudah masyarakat.
- SAHABAT MUSTAHIQ: Pendampingan administrasi bagi pasien rujukan asal Aceh Selatan yang berobat di Banda Aceh.
- POSZAK (Posyandu Berbasis Zakat): Integrasi layanan kesehatan posyandu dengan intervensi zakat untuk kemandirian keluarga.
Selain itu, Baitul Mal juga terus menjalankan program eksis seperti Podcast Kito Sahabat Zakat sebagai sarana edukasi, serta SIMAZ BMG untuk manajemen zakat hingga tingkat gampong.
Sinergi Pelayanan Kependudukan
Sinergi juga diperkuat melalui 3 inovasi Disdukcapil yang terintegrasi dengan RSUD Yuliddin Away dan kantor camat di wilayah strategis. Program ini memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke ibukota kabupaten.
Salah satu program unggulan yang disorot adalah kerja sama dengan RSUD YA Tapaktuan terkait program Kabupaten Layak Anak. Melalui kerja sama ini, setiap anak yang lahir di rumah sakit akan langsung mendapatkan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Inovasi ini adalah manifestasi visi pemerintah daerah untuk mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, dan melayani secara berkeadilan,” pungkas Gusmawi.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Aceh Selatan, para kepala SKPK, camat se-kabupaten, serta jajaran amil Baitul Mal.***
Tinggalkan Balasan