Krusial.com — Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Dandim dan Kasat Reskrim Polres Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bina Usaha Meulaboh dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Prima Cahaya Utama di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Selasa (2/12/2025).

Sidak tersebut digelar buntut melambungnya harga kebutuhan pokok, terutama cabai yang sempat tembus Rp300 ribu per kilogram.

Tarmizi menyebut pemerintah harus turun langsung karena kondisi dinilai sudah tidak wajar.

“Kami mengambil langkah tegas. Sidak pertama pada 29 November dipimpin Sekda dan Dinas Pangan. Semua pedagang kami minta menurunkan harga, dan cabai turun menjadi Rp150 ribu per kilogram,” ujar Tarmizi.

Upaya itu dilanjutkan pada 1 Desember. Satgas Pangan Polda Aceh, Satgas Pangan Pemkab Aceh Barat, dan Bapannas kembali turun ke lapangan. Hasilnya, harga cabai kembali mereda menjadi Rp100 ribu per kilogram.

“Hari ini hari ketiga. Kami turun bersama Dandim dan Kasat Reskrim. Masih ada pedagang nakal menjual Rp80 ribu per kilogram. Setelah ditelusuri, harga di grosir dan Pasar Pagi hanya Rp50 ribu per kilogram,” kata Tarmizi.

Selain sidak, Pemkab Aceh Barat juga menerbitkan surat edaran yang melarang pedagang menaikkan harga secara tidak wajar maupun menahan stok barang di tengah situasi bencana.

“Kalau dari awal kami keluarkan, pasti tidak digubris. Surat edaran ini kami keluarkan setelah dua kali sidak. Ini peringatan terakhir. Jika besok harga masih dinaikkan seenaknya, kepolisian akan mengambil langkah tegas,” tegas Tarmizi. (*)