Krusial.com — Pembangunan gedung baru SD Negeri (SDN) Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, ditargetkan dapat digunakan siswa pada awal 2027. Pembangunan SD tersebut mendapat dukungan dari suntikan Corporate Social Responsibility (CSR) Kitabisa.
Kepala Perencanaan dan Pengendalian Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI Andre Julian, meninjau lokasi pembangunan sekolah tersebut bersama jajaran Pemkab Aceh Barat, Rabu (30/9/2026). Peninjauan itu merupakan bagian dari pemantauan sejumlah sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kecamatan Pante Ceureumen.
Selain SDN Alue Lhok, tim juga meninjau tanggul sungai dan jembatan di Desa Jambak.
Andre mengatakan, pembangunan gedung baru SDN Alue Lhok tidak menggunakan dana APBN. Pembangunan enam ruang kelas serta masing-masing satu toilet siswa dan guru tersebut didukung dana CSR Kitabisa senilai Rp1,5 miliar.
“Ke depan nanti akan bertahap, Dinas Pendidikan akan mengajukan kelengkapan-kelengkapan sekolahnya, misalnya seperti pagar, kantor guru dan mungkin ada lapangan kecil untuk olahraga,” kata Andre.
Menurut Andre, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana, termasuk Aceh Barat.
Ia memperkirakan pembangunan sekolah tersebut dapat mulai dioperasikan pada pertengahan Desember 2026 jika proses pengerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak terkendala faktor lain, termasuk cuaca.
“Kalau sesuai dengan apa yang direncanakan mungkin pada pertengahan Desember 2026 ini mungkin sudah bisa kita operasionalkan, mudah-mudahan tidak ada faktor lain yang membuat lambat, misalnya cuaca,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Irwan, mengatakan lahan pembangunan sekolah baru tersebut merupakan hibah dari pemerintah desa setempat.
Untuk sementara, kata dia, fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sekolah. Ruang yang ada saat ini baru mampu menampung 56 siswa SDN Alue Lhok yang sedang direlokasi.
“Untuk sementara ini karena sifat bantuannya masih belum maksimal, maka di sini kita hanya ada ruang siswa yang mampu menampung sebanyak 56 orang siswa SDN Alue Lhok yang kita relokasi sekarang ini,” ujar Irwan.
Irwan menambahkan, pihaknya mengupayakan pembangunan gedung baru tersebut selesai sesuai target. Sekolah itu ditargetkan mulai digunakan siswa pada tahun ajaran baru Januari 2027.
Selain sekolah, peninjauan tim Satgas PRR di Pante Ceureumen juga mencakup sejumlah infrastruktur terdampak bencana, yakni tanggul sungai dan jembatan di Desa Jambak. ***
Tinggalkan Balasan