Krusial | Aceh Selatan — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Potensi bencana ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di Aceh selama sepekan ke depan.
Berdasarkan hal tersebut, Kalaksa BPBD Aceh Selatan, Zainal A, menyampaikan bahwa Aceh Selatan berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi sejak 5 hingga 15 Maret 2025. Potensi bencana tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Kami meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, baik yang berdomisili di daerah pinggiran pantai maupun pegunungan,” kata Zainal, Senin (10/3/2025).
Selain itu, Zainal juga mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kehati-hatiannya. Dampak anomali suhu muka laut dapat mengakibatkan peningkatan penguapan yang mempengaruhi hembusan angin dan berdampak pada munculnya ombak besar yang dapat mengancam keselamatan nelayan.
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, baik menggunakan roda dua, roda empat, atau jasa travel, diimbau untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca dengan selalu mengupdate informasi cuaca. Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
“Selalu waspada dan melihat kondisi perubahan cuaca agar terhindar dari dampak bencana yang ditimbulkan akibat hujan lebat dan angin kencang,” katanya.
Zainal melanjutkan bahwa pihaknya juga terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait di Aceh Selatan, serta meningkatkan kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi di Aceh Selatan..***
Tinggalkan Balasan