Krusial.com — Respons tanggap darurat ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan pasca longsor yang sempat menutup Jalan Nasional Tapaktuan–Subulussalam di kawasan Bakongan Timur. Pada Kamis (23/4/2026) dini hari, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, memimpin langsung proses pembersihan sisa material longsor di lokasi kejadian.

Bersama personel Damkar Pos 05 Bakongan, tim BPBD melakukan pembersihan lumpur bercampur batu yang masih menempel di badan jalan. Proses tersebut dilakukan menggunakan suplai air bertekanan tinggi dari armada pemadam kebakaran guna memastikan kondisi jalan benar-benar bersih dan aman dilalui kendaraan.

Pembersihan lanjutan ini dilakukan setelah material utama longsor sebelumnya berhasil disingkirkan. Namun, masih terdapat lapisan lumpur licin yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama di jalur menurun dan berkelok di kawasan pegunungan tersebut.

Kalaksa BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan secara optimal, sehingga tidak hanya dapat dilalui, tetapi juga aman bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus membuka akses jalan, tetapi juga memastikan permukaan jalan bersih dari lumpur dan material sisa yang dapat membahayakan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran BPBD di lapangan merupakan bagian dari komitmen pelayanan cepat kepada masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana.

Menurutnya, penanganan longsor ini juga melibatkan sinergi berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta masyarakat setempat.

“Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana. Kami akan terus siaga, mengingat potensi longsor masih ada seiring intensitas hujan yang tinggi,” kata Zainal.

Dengan dilakukannya pembersihan menyeluruh, badan jalan kini tidak hanya kembali terbuka, tetapi juga dalam kondisi lebih aman dan nyaman untuk dilalui. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam meminimalkan risiko lanjutan di wilayah rawan longsor.***

source: larasnews