Krusial | Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh. Potensi bencana ini sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di Aceh selama sepekan ke depan ini.

BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memantau sejumlah fenomena atmosfer yang diperkirakan mempengaruhi pola cuaca di Aceh selama sepekan ke depan. Fenomena ini berkontribusi pada peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.

Berikut adalah dinamika atmosfer yang perlu diperhatikan:

  • Terdapat daerah belokan angin (shearline) dan daerah konvergensi yang berpeluang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh.
  • Anomali suhu muka laut (SST) hingga mencapai 0.5 – 2.9 °C di wilayah Samudera Hindia barat Aceh yang dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan masa uap air) di wilayah Aceh.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Di Wilayah Provinsi Aceh

Berdasarkan prakiraan angin lapisan 3000 feet, terpantau adanya sirkulasi siklonik di barat Sumatera. Hal tersebut mengakibatkan adanya belokan angin (shearline) dan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sebagian besar wilayah Aceh. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi. yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Prakiraan curah hujan dasarian I Maret 2025 di wilayah Aceh juga tersedia dalam bentuk visual peta, dengan rincian sebagai berikut:

Secara umum, sebagian besar wilayah Provinsi Aceh (75%) diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori Menengah (51 – 150 mm), dan sebagian lainnya dengan persentase 22% dari luasan wilayah Provinsi Aceh diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori Rendah (0 – 50 mm), serta sebagian kecil wilayah Aceh atau sekitar 3% diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori Tinggi (151 – 300 mm), yaitu di sebagian wilayah Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan.