Krusial.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 97 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Provinsi Aceh dalam periode pemantauan dari 22 Juni 2025 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Anang Heriyanto, dalam laporannya yang diterima RRI, Senin (23/6/2025).

“Sebaran titik panas ini terpantau melalui citra satelit MODIS dari Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta sensor NOAA20/VIIRS,” ujar Anang.

Titik Panas Tersebar di Sejumlah Wilayah

Sebaran hotspot mencakup berbagai kabupaten/kota, dengan tingkat kepercayaan bervariasi dari rendah, sedang, hingga tinggi. Beberapa wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak antara lain:

  • Aceh Selatan (Kecamatan Trumon dan Trumon Timur): Total 35 titik, dengan tingkat kepercayaan rendah hingga tinggi.
  • Aceh Singkil (beberapa kecamatan): Total 23 titik, termasuk tingkat kepercayaan tinggi di Danau Paris dan sedang di Surobaru dan Sing Kohor.
  • Aceh Barat Daya (Babah Rot): 10 titik, didominasi tingkat kepercayaan rendah.
  • Bireuen: 6 titik di kecamatan Jeunib, Pandrah, Peudada, dan Peulimbang.
  • Gayo Lues dan Subulussalam: Masing-masing mencatat beberapa titik dengan kepercayaan sedang hingga tinggi.
  • Nagan Raya (Darul Makmur): Terdeteksi satu titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

BMKG mengingatkan bahwa kemunculan titik panas tersebut dapat menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau.

“Waspadai potensi karhutla, terutama di wilayah dengan tingkat kepercayaan titik panas tinggi. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujar Anang.***