Krusial | Kota Malang – Antisipasi terjadinya banjir, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung normalisasi drainase di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) hari ini. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas banjir yang terjadi akibat hujan deras pada, Sabtu (15/3/2025) kemarin.

“karena bozem di Tunggulwulung sore itu sudah meluap, saya sudah memprediksi akan terjadi banjir. Padahal bozem tersebut disiapkan untuk menampung air dari atas, tetapi tetap tidak mampu menahan debit air,” ujar Wahyu Hidayat, Selasa (18/3/2025).

Dilakukanya Normalisasi menurut Wahyu, berdasarkan masterplan drainase yang disusun sejak 2022 dan mulai diimplementasikan saat ia menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang.
“Salah satunya dengan menghitung rata-rata intensitas hujan selama setahun untuk menentukan kapasitas drainase yang dibangun. Semua kegiatan penanganan banjir ini ada dasarnya, tidak sporadis,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam menangani banjir harus didukung partisipasi masyarakat. Bahkan saat meninjau lokasi bersama Dinas terkait Wahyu menemukan banyak saluran tersumbat oleh sampah dan sedimen.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi jika masyarakat tidak ikut menjaga saluran drainase dan masih membuang sampah sembarangan, kita tidak akan bisa mengatasi banjir,” katanya.

Wahyu juga menjelaskan bukan hanya normalisasi, pemerintah juga membongkar sebagian bangunan yang berdiri di atas saluran drainase dan bak kontrol, terutama di sempadan jalan provinsi.

“Bagaimana kami bisa mengecek saluran jika ada bangunan yang menutupi bak kontrol? Kami lakukan ini sebelum ada pembangunan drainase dari provinsi agar pemilik bangunan siap,” tambahnya.

Wahyu menargetkan Kota Malang bebas banjir pada 2028, namun menegaskan bahwa penanganan dilakukan bertahap.

“Sawojajar contohnya, sekarang durasi dan tinggi genangan sudah berkurang. Tapi upaya ini harus didukung masyarakat dengan menjaga kebersihan drainase,” pungkasnya. (Prayitno)