Krusial | Malang – Masih ada sekitar 6.000 anak di Kabupaten Malang yang tidak bersekolah. Data sementara ini meliputi anak yang drop out, lulus namun tidak melanjutkan, hingga belum pernah bersekolah. Namun, data tersebut masih dilakukan verifikasi dan validasi berdasarkan nama dan alamatnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, Suwadji, menyampaikan bahwa untuk menekan angka putus sekolah, pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga prasejahtera atau miskin. “Tahun ini, ada 5.100 siswa SD-SMP yang menerima bansos siswa miskin, sama dengan tahun lalu,” ucapnya kepada awak media, Kamis (20/2/2025).
Menurut Suwadji, bantuan tersebut diberikan sebagai pendamping Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat. Pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menjelaskan bahwa untuk tahun ini, alokasi anggaran untuk bansos siswa miskin mencapai Rp2,55 miliar, yang akan diberikan kepada setiap siswa sebesar Rp500 ribu per tahun. “Bansos tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Menurut Suwadji, bansos diberikan kepada siswa-siswi berprestasi yang terancam putus sekolah, karena masih banyak yang drop out maupun lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. “Adapun dengan rincian 3.661 anak yang drop out serta 8.855 anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, diluar bansos siswa miskin, pihaknya juga meluncurkan beasiswa untuk 200 siswa sebesar Rp200 ribu per bulan, jika ditotal, dalam satu tahun mencapai Rp2,4 juta per siswa,” terangnya.
Ia pun menjelaskan bahwa kriteria penerima bantuan adalah siswa yang rawan putus sekolah, dari keluarga miskin, dan mengalami kesulitan ekonomi. “Sehingga anak yang seharusnya bersekolah malah bekerja untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarganya, dengan diberikannya beasiswa, diharapkan anak tersebut dapat lanjut bersekolah,” tuturnya.
Menurut data Disdik Kabupaten Malang, pada 2024 lalu tercatat 19.443 anak yang tidak menyelesaikan jenjang pendidikannya. Data anak yang tidak menyelesaikan pendidikan di Kabupaten Malang masih banyak, dengan rincian: drop out 3.661 anak, lulus namun tidak melanjutkan sejumlah 8.855 anak, dan belum pernah bersekolah sekitar 6.927 anak. (Prayitno)***
Tinggalkan Balasan