Krusial.com – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Barat beberapa hari lalu menyebabkan puluhan fasilitas pendidikan ikut terdampak. Aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan karena kondisi sekolah rusak hingga terendam lumpur.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, sedikitnya 44 fasilitas pendidikan terdampak, dan dua di antaranya hanyut terbawa arus.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan derasnya arus banjir menghancurkan dua bangunan sekolah masing-masing SD Sikundo dan SD Alu Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen. Selain itu, puluhan sekolah lain juga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat.

“Total ada 42 sekolah terdampak, terdiri dari 33 SD, 5 SMP, 2 TK, satu SMK Negeri di Arongan Lambalek, dan Pesantren Serambi Aceh. Dua SD di Pante Ceureumen hancur dan hanyut terbawa arus,” kata Ronal kepada Krusial.com, Senin (1/12/2025).

Selain merusak fasilitas pendidikan, banjir juga memutus sejumlah akses umum seperti jembatan dan jalan utama desa. Di antaranya jembatan gantung Desa Canggai dan Desa Lawet di Kecamatan Pante Ceureumen yang terputus, serta jembatan besi Desa Tutut di Kecamatan Sungai Mas yang mengalami pergeseran.

Sejumlah badan jalan juga dilaporkan longsor, khususnya di wilayah pegunungan Kecamatan Sungai Mas, meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Selama banjir terjadi, warga mengungsi ke lokasi aman. Hingga 30 November 2025, sebagian besar telah kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan,” ujarnya.

Sebelumnya, banjir besar yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) itu berdampak pada 9.467 kepala keluarga atau 30.884 jiwa di 121 desa pada 10 kecamatan di Aceh Barat.

Sejak hari pertama, BPBD bersama tim gabungan melakukan evakuasi, pendataan, serta distribusi logistik ke wilayah terdampak dengan mengerahkan seluruh peralatan yang tersedia.

Saat ini kondisi Aceh Barat berangsur membaik meski beberapa desa masih terisolasi. Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat juga turun langsung meninjau kondisi masyarakat, memberikan bantuan sembako, dan memantau layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. ***