Krusial.com — Anwar Tgk Rabo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Provinsi Aceh dalam Musyawarah Daerah (Musda) II PSI Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).

Anwar Tgk Rabo, yang merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dipercaya memimpin PSI Aceh menggantikan Said Saiful.

Musda II PSI Aceh diikuti 12 peserta dan menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan PSI Aceh ke depan.

Sidang Musda dipimpin Pembina sekaligus pemegang mandat PSI Aceh, Muktarrudin Usman, S.E. Setelah melalui proses musyawarah, seluruh peserta menyepakati Anwar Tgk Rabo secara aklamasi untuk memimpin PSI Aceh.

Usai terpilih, Anwar menyampaikan kesiapannya mengemban amanah yang diberikan peserta Musda. Ia berkomitmen memajukan organisasi serta memperkuat keberadaan PSI dalam mendukung perkembangan pers siber di Aceh.

“Saya siap mengemban amanah ini dan memajukan organisasi pers ini. Saya juga memohon dukungan dari seluruh rekan-rekan,” kata Anwar.

Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pengurus dan anggota.

Karena itu, Anwar mengajak seluruh jajaran PSI Aceh membangun kebersamaan dan menjalankan roda organisasi secara profesional.

Momentum Perkuat Konsolidasi PSI Aceh

Pergantian kepemimpinan melalui Musda II menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat konsolidasi internal PSI Aceh.

Kepengurusan baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat profesionalisme wartawan serta mendorong praktik jurnalistik yang mengedepankan akurasi, verifikasi dan etika pers.

Musda II tersebut turut dihadiri Sri Rahayu, Rina dan Saifannur. Sementara Ketua Panitia Musda II, Teuku Musliadi, memastikan seluruh tahapan musyawarah berlangsung sesuai agenda yang telah dipersiapkan.

“Musda II ini menjadi momentum penting bagi PSI Aceh untuk memperkuat organisasi dan membangun kebersamaan. Kami berharap kepemimpinan baru dapat membawa PSI Aceh semakin maju serta berkontribusi dalam meningkatkan profesionalisme pers siber di Aceh,” kata Teuku Musliadi.***