Krusial | Malang — Pengkab Malang menyiapkan skema rekayasa untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan libur Lebaran 2025. Bukan hanya rekayasa pengamanan lalulintas sana, Namun Pemkab Malang juga berfokus pada jalur wisata.

Kasat Lantas Polres Malang AKP Widyagana Putra Dhirotsaha mengatakan, Kabupaten Malang dan Kota Batu, dibutuhkan strategi pengamanan lalu lintas yang cukup matang, Menurutnya, ada sekitar 31,3 juta orang yang di perkirakan akan memasuki wilayah Jaww Timur, sebagian besar pemudik juga berpotensi berlibur ke Malang Raya, Kabupaten Malang Kota Malang dan Kota Batu.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang tepat.

“Kita prediksikan seperti tahun tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas baik yang mengarah ke Kota Wisata Batu maupun yang masuk ke wilayah Malang melalui Gerbang Tol Singosari, kami telah melaksanakan rapat untuk menentukan cara bertindak dalam mengantisipasi kemacetan,” ujar Widyagana, Sabtu (29/3/2025) kepada awak media.

Iapun menjelaskan, Sejumlah titik rawan kemacetan juga telah dipetakan, tentunya akan dilakukan pengawasan. Terutama di area Gerbang Tol Singosari, jalur arteri Lawang, perbatasan Pandaan, serta jalur menuju Blitar.

‘Oleh sebab itu, pihaknya telah menyiapkan strategi pengamanan di jalur wisata. Pos pengamanan didirikan di sejumlah titik strategis, seperti Pasar Lawang, Kepuharjo (jalur menuju Batu), Tumpang (akses ke Bromo), serta Kepanjen dan Sumbermanjing Wetan akses ke pantai selatan,”urainya.

Menurut Widya hana, bahwa pihaknya telah memasang 60 papan imbauan dan cermin cembung di berbagai titik rawan kecelakaan.

“Selain itu, jalur menuju Pantai Malang Selatan juga telah dipetakan agar pemudik bisa memilih jalur alternatif,” imbuhan.

Strategi ini menurut Widyagana bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik serta wisatawan selama libur Lebaran 2025.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menghindari perjalanan di jam-jam puncak, dan memanfaatkan informasi dari pos pengamanan untuk mencari jalur alternatif,” pungkasnya. (Prayitno)