Krusial | Meulaboh – Aktivitas pengangkutan batu bara PT Agra Budi Jasa Bersama (AJB) kini menuai sorotan dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.
Pasalnya, aktivitas dijalankan perusahaan tersebut menyebabkan pencemaran batu bara di lingkungan masyarakat, tepatnya di sepanjang jalan yang dilalui truk PT AJB menuju PLTU 3-4.
Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli SE mengatakan, aktivitas coul hauling PT AJB ke PLTU 3-4 sudah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Kaway XVI.
“Berdasarkan informasi warga dan pantauan saya langsung, terlihat bahwa batu bara tumpah ke jalan akibat tonase pengangkutan melebihi kapasitas,” kata Ramli SE di kantor DPRK setempat, Kamis 4 Januari 2023.
Menurut dia, seharusnya batas tonase pengangkutan batu bara itu 7-8 ton muatan, agar tidak tertumpah ke ruas jalan umum yang digunakan warga.
“Truk-truk AJB ini, rupanya mengangkut 10 ton untuk dibawa ke PLTU 3-4. Hampir di sepanjang jalan menuju ke PLTU 3-4 ada tumpahan batu bara,” ujarnya.
Dijelaskan, pada dasarnya AJB belum mempunyai kewenangan untuk melakukan aktivitas pengangkutan batu bara hingga menggunakan jalan warga.
Sebab, sejak mulai AJB beroperasi, hingga kini DPRK Aceh Barat belum memperoleh berkas dan penandatanganan MoU tentang aktivitas tersebut.
“DPRK tidak pernah memberikan persetujuan terhadap aktivitas pengangkutan. Apalagi, biaya penggunaan jalan belum disetor ke daerah,” jelasnya.
Ramli meminta secara tegas, kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) secara rutin pada setiap jalan yang dilalui truk pengangkut batu bara.
“Dishub belum pernah melakukan Sidak, atau mungkin diduga ada indikasi perselingkuhan dan kongkalikong ya antara Dishub dan AJB, hingga bisa menghianati rakyat. Kami minta jangan sempat hal ini terjadi, Dishub harus tingkatkan pengontrolan,” tegasnya.
External Relation Government PT AJB, Safran Arie Thama, dihubungi Krusial secara terpisah, membenarkan adanya tumpahan batu bara di jalan.
“Benar ada tumpahan batu bara, tapi ada petugas yang selalu membersihkannya, kemudian juga ada traffic man sebagai pengontrol di sepanjang jalan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Safran Arie Thama mengaku, tidak mengetahui pasti terkait adanya tonase muatan batu bara pada truk, melebihi kapasitas yang mencapai 10 ton.
“Saya tidak tahu akan hal itu, nanti kita akan pastikan lebih lanjut kepada yang bertanggungjawab di bagian angkutan batu bara, dan kedepan akan lebih kita tingkatkan lagi pengontrolannya,” pungkas Safran.
Krusial berusaha memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Perhubungan, Dody Bima Samputra. Namun hingga berita ini tayang Dody Bima Saputra belum menjawab.***
Tinggalkan Balasan