Krusial.com — Salim Syuhada mengecam keras tindakan oknum yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) dalam kepentingan Kongres Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan nama organisasi yang mencederai etika gerakan mahasiswa dan merusak marwah kolektif mahasiswa Aceh Selatan.

Menurut Salim, HAMAS adalah organisasi yang memiliki sejarah, struktur, dan mandat perjuangan yang jelas, sehingga setiap klaim sepihak tanpa landasan organisatoris yang sah merupakan tindakan manipulatif yang tidak dapat dibenarkan secara moral maupun organisatoris. “Mengatasnamakan HAMAS tanpa mandat resmi adalah bentuk pembajakan identitas organisasi. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai kejujuran dan integritas gerakan mahasiswa,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya berdiri di atas prinsip transparansi, demokrasi, dan tanggung jawab kolektif, bukan menggunakan cara-cara instan dengan memanfaatkan nama organisasi demi legitimasi politik sebuah forum. Salim juga mengingatkan bahwa Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh semestinya menjadi ruang konsolidasi dan pemersatu, bukan justru memberi ruang praktik tidak etis yang dapat memecah solidaritas antar mahasiswa daerah.

“Jika kongres dibangun di atas klaim palsu dan legitimasi semu, maka sejak awal ia telah kehilangan makna etik dan politiknya,” ujarnya. Atas kejadian ini, Salim mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan menghentikan penggunaan nama HAMAS dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan resmi organisasi.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Aceh tetap kritis dan tidak membiarkan gerakan mahasiswa direduksi menjadi alat kepentingan segelintir pihak. “Gerakan mahasiswa harus dijaga kemurniannya. Nama organisasi bukan alat transaksi, melainkan amanah sejarah,” tutup Salim.***