Krusial.com — Aksi demo yang berujung anarkis menyebabkan pembakaran gedung DPRD Kabupaten Kediri. Dari ratusan perusuh yang diamankan, terdapat pula pelajar.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, mengungkapkan bahwa ratusan orang yang diamankan berasal dari berbagai usia, mulai dari dewasa hingga pelajar SMP dan SMA.
“Ada 123 massa aksi dari berbagai umur yang kami amankan di Mapolres Kediri. Saat ini mereka masih diperiksa untuk dimintai keterangan terkait perannya dalam aksi tersebut,” kata Bramastyo saat konferensi pers di Kantor Pemkab Kediri, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, penangkapan dilakukan karena aksi demo tersebut telah menjurus pada tindakan anarkis dan pidana, terutama mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Selain membakar sejumlah fasilitas pemerintahan, aksi mereka juga merusak kepentingan umum. Karena itu, pengamanan terhadap ratusan pendemo harus dilakukan,” tegasnya.
Bramastyo mengimbau agar para orang tua mengawasi anak-anaknya terutama pada malam hari, karena mereka dinilai mudah menjadi sasaran provokasi atau ajakan berbuat anarkis.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya supaya tidak mudah terprovokasi, dan membatasi jam keluar rumah terutama di malam hari,” jelas Bramastyo.
Selain itu, Bramastyo menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rekam jejak para perusuh dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai penanda bahwa mereka pernah terlibat kerusuhan.
“Kami akan memberi catatan, dan itu akan terekam seumur hidup dalam SKCK. Jika kelak anak-anak ini membutuhkan catatan kepolisian, maka akan terlihat bahwa mereka pernah terlibat aksi yang merugikan kepentingan umum,” tandasnya.***
(PRAYITNO)
Tinggalkan Balasan