Krusial.com — Sejak dilantik pada 17 Februari 2025, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, bersama Wakil Bupati, H. Baital Mukadis, harus berjuang keras membangun daerah di tengah badai fiskal yang melanda daerah berjuluk Negeri Pala itu.

Menurut laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI, berdasarkan laporan hasil review (LHR) utang oleh inspektorat dan hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa utang belanja Pemkab Aceh Selatan pada tahun anggaran 2024 sebesar Rp184.214.570.873,99. Sementara dana earmark yang terpakai pada tahun anggaran 2024 mencapai Rp132.362.340.202,33. Sehingga disimpulkan bahwa pada tahun anggaran 2024, Pemkab Aceh Selatan mengalami kekurangan kemampuan keuangan (defisit riil) sebesar Rp267.364.205.368,01.

Tak hanya itu, Pemkab Aceh Selatan juga harus terus menyiasati pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan efisiensi anggaran akibat pemangkasan anggaran sebagaimana tindak lanjut dari amanah Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional tersebut mencapai Rp104 miliar.

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, mengakui bahwa kondisi fiskal Aceh Selatan sedang tidak baik-baik saja akibat beban utang dan potensi defisit yang besar. “Kita memulai membangun Aceh Selatan dengan kondisi anggaran yang minus, tentunya ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus membenahi dan mencari solusi agar berbagai program pembangunan di daerah tetap dapat berjalan,” ungkap H. Mirwan MS, Kamis, 10 Juni 2025.

Meskipun demikian, H. Mirwan bersama H. Baital Mukadis tetap optimis untuk melalui kondisi berat tersebut dan melakukan perubahan di Aceh Selatan. “Kita optimis bahwa setiap penyakit ada obatnya, setiap persoalan ada solusinya. Secara internal pemerintahan, kita terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembenahan tata kelola keuangan daerah, di samping itu kita terus melakukan pendekatan dan lobi-lobi baik ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk menjemput program-program pembangunan untuk Aceh Selatan,” ujarnya.

Di tengah badai fiskal yang melanda keuangan daerah itu pula, H. Mirwan MS tetap berupaya memaksimalkan program 100 hari kerja agar dapat diluncurkan dan direalisasikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan membangun daerah, program-program 100 hari kerja dapat kita luncurkan semaksimal mungkin walaupun kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Ini membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan kita perlahan akan bangkit menuju perubahan,” kata H. Mirwan.

Lebih lanjut, H. Mirwan juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa memberikan doa dan dukungan kepada dirinya dan Wakil Bupati Aceh Selatan dalam upaya membangun daerah, walaupun harus dimulai dari kondisi minus. “Doa dan dukungan masyarakat adalah kekuatan bagi kami dalam berupaya semaksimal mungkin membawa Aceh Selatan dari kondisi minus menuju ke arah yang lebih maju dan produktif,” pungkasnya.***