Krusial | Banda Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, pada April 2025 Provinsi Aceh  Mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,11 persen. Angka ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 110,00.

“Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh, yakni sebesar 3,67 persen dengan IHK sebesar 111,30. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang yang mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,38 persen dengan IHK sebesar 110,21,” ujar Tasdik Ilhamudin, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Jumat (2/5/2024).

Diungkapkan Tasdik, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya indeks sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 4,26 persen.

Disusul oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak tajam sebesar 10,08 persen. Ini menunjukkan tekanan inflasi kuat datang dari kebutuhan dasar dan gaya hidup masyarakat.

Beberapa kelompok lain yang turut menyumbang inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,08 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 1,99 persen. Kelompok pendidikan dan transportasi masing-masing naik sebesar 1,28 persen dan 0,64 persen.

Namun, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks sebesar 1,09 persen.

Dari sisi perkembangan bulanan, inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Aceh pada April 2025 tercatat sebesar 1,61 persen. “Adapun inflasi year to date (y-to-d) atau sejak awal tahun hingga April 2025 sebesar 2,60 persen,” pungkasnya.