Krusial.com — Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) menyebabkan abu vulkanik tersebar ke sejumlah wilayah. Selain berpotensi mengganggu kesehatan dan jarak pandang, abu vulkanik juga dapat merusak kendaraan jika tidak segera dibersihkan dengan cara yang tepat.

Partikel abu vulkanik yang sangat halus dapat menempel pada bodi dan kaca kendaraan. Jika dibersihkan dengan cara yang salah, partikel tersebut berpotensi menggores permukaan cat maupun kaca.

Abu juga dapat masuk ke bagian tertentu pada kendaraan, terutama sistem penyaringan udara. Jika dibiarkan menumpuk, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja mesin dan mempercepat keausan sejumlah komponen.

Karena itu, kendaraan yang terpapar abu vulkanik, khususnya yang berada di luar ruangan saat hujan abu, perlu segera dibersihkan. Namun, prosesnya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Berikut lima langkah yang dapat dilakukan:

1. Jangan langsung menggosok abu

Hindari langsung mengelap permukaan kendaraan yang masih dipenuhi abu dalam kondisi kering. Gesekan antara partikel abu dan permukaan kendaraan dapat menyebabkan goresan.

Jika abu masih tebal, bersihkan secara perlahan dan hindari tekanan berlebihan pada bodi maupun kaca.

2. Bersihkan dengan air secara perlahan

Setelah abu yang menempel mulai terangkat, gunakan air untuk membilas permukaan kendaraan. Lakukan secara perlahan agar partikel abu tidak semakin bergesekan dengan cat.

Hindari menggosok permukaan kendaraan ketika abu masih menempel tebal.

3. Jangan menyalakan wiper saat kaca masih berabu

Bagian kaca depan juga perlu diperhatikan. Abu vulkanik yang berada di antara kaca dan karet wiper dapat menyebabkan permukaan kaca tergores ketika wiper digunakan.

Bersihkan kaca terlebih dahulu dengan air sebelum menggunakan wiper.

4. Periksa filter udara

Pemilik kendaraan juga perlu memeriksa filter udara setelah mobil terpapar abu vulkanik. Jika filter terlihat sangat kotor atau tersumbat, sebaiknya dibersihkan atau diganti sesuai kondisi dan rekomendasi kendaraan. Abu yang masuk ke sistem udara mesin dapat mengganggu kinerja dan mempercepat keausan komponen.

5. Cuci kendaraan sampai bersih

Setelah sebagian besar abu terangkat, cuci kendaraan menggunakan sabun khusus mobil dan air bersih.

Gunakan kain atau spons yang lembut saat mencuci. Setelah itu, bilas hingga tidak ada sisa abu yang menempel dan keringkan menggunakan lap yang bersih dan lembut.

Untuk kendaraan yang terkena paparan abu cukup tebal, pemeriksaan lebih lanjut pada bagian mesin, radiator, rem, dan komponen lainnya juga dapat dilakukan.

Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa, tetapi partikelnya dapat menimbulkan masalah jika dibiarkan atau dibersihkan dengan cara yang keliru.

Karena itu, jangan asal mengelap atau menggunakan wiper ketika kendaraan masih dipenuhi abu. Pembersihan yang dilakukan secara tepat dapat membantu menjaga kondisi bodi, kaca, hingga komponen kendaraan tetap aman. ***